SuaraPemerintah.ID – Dibawah kepemimpinan Bupati Anna Mu’awanah, Pemkab Bojonegoro terus mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan benar yaitu dengan mengadakan program beasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) jenjang S2.
Bupati Anna mengatakan, semua sektor pembangunan berawal dari desa melalui musyawarah desa. Maka diharapkan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dapat berkontribusi mengusulkan aspirasi masyarakat, yakni hal-hal yang dirasa penting untuk diprioritaskan dan segera dilaksanakan.
“Diantaranya mengusulkan pembangunan yang benar-benar tidak bisa tercover oleh Anggaran Dana Desa,” tuturnya dalam kegiatan pembinaan peningkatan kapasitas Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di ruang Angling Dharma, gedung Pemkab Bojonegoro, Rabu (18/01/23).
Ibu Desa tersebut memaparkan, dalam rangka mendorong peningkatan sumber daya manusia, dana yang masuk ke desa dalam kurun waktu 4 tahun terakhir mecapai Rp 4,8 triliun. Maka untuk menunjangnya, Pemkab Bojonegoro telah melakukan audiensi beberapa waktu lalu dengan Kementerian Desa PDTT yang akan melanjutkan program RPL untuk jenjang S2. Dalam hal tersebut, Pemkab Bojonegoro bakal bekerja sama dengan Universitas Brawijaya Malang, Universitas Sebelas Maret Surakarta dan Universitas Gajah Madja Yogyakarta.
“Dengan adanya program RPL ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas SDM dalam pengelolaan keuangan yang diberikan oleh negara,” katanya.
Secara terpisah, Plt. Dinas Kominfo Kabupaten Bojonegoro Nanang Dwi Cahyono mengatakan, selain pembangunan infrastruktur, Bupati Anna juga fokus meningkatkan kualitas SDM.
“Selain Pembangunan Infrastruktur yang masif, Ibu Bupati Anna Mu’awanah juga sangat concern dengan peningkatan kualitas SDM,” tandasnya, Selasa (21/2/23).
Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News


.webp)

















