SuaraPemerintah.IDÂ – Setelah sempat beberapa kali mundur dari target, Presiden Jokowi akhirnya akan meresmikan LRT Jabodebek hari ini, Senin (28/8). Peresmian operasional moda transportasi tersebut rencananya akan dilakukan di Stasiun Cawang.
Berdasarkan informasi, Jokowi rencananya akan berangkat menggunakan LRT Jabodebek dari Stasiun Halim menuju Stasiun Cawang. Seremoni peresmian direncanakan terlaksana pada pagi hari, pukul 09.00 WIB.
Peresmian ini menandakan LRT Jabodebek sudah bisa diakses masyarakat umum, alias sudah beroperasi secara komersial (commercial operating date/COD). Sebelumnya, 24 ribu pendaftar uji coba sudah menjajal LRT Jabodebek pada 26-27 Agustus 2023 secara gratis.
LRT Jabodebek akan menambah alternatif transportasi publik dalam kota bagi pelanggan KA Jarak Jauh di wilayah kerja KAI Daop 1 Jakarta.
Terdapat 18 stasiun yang akan melayani pelanggan LRT Jabodebek, yaitu Stasiun Dukuh Atas, Setiabudi, Rasuna Said, Kuningan, Pancoran, Cikoko, Ciliwung, Cawang, TMII, Kampung Rambutan, Ciracas, Harjamukti, Halim, Jatibening Baru, Cikunir I, Cikunir II, Bekasi Barat, dan Jati Mulya.
Stasiun LRT terdiri dari 2 tipe yaitu tipe Interchange Station yakni Stasiun Cawang dan tipe Typical Station untuk 17 stasiun lainnya. Interchange Station terdiri dari 3 lantai: lantai 1 yaitu area boarding dan komersial, lantai 2 area peron, dan lantai 3 adalah area komersial. Sedangkan untuk tipe Typical Station terdiri dari 2 lantai: lantai 1 adalah area boarding dan lantai 2 merupakan area peron.
Tarif dan Promo LRT Jabodebek
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menetapkan tarif LRT Jabodebek, yakni Rp 5.000 untuk 1 kilometer (km) pertama, dan selanjutnya masyarakat dikenakan Rp 700 setiap km berikutnya.
Berikut rincian tarif bersubsidi di seluruh rute LRT Jabodebek:
Stasiun Dukuh Atas – Stasiun Cawang sepanjang ± 10 km (Tarif Rp 11.300)
Stasiun Dukuh Atas – Stasiun Halim sepanjang ± 13 km (Tarif Rp 13.400)
Stasiun Harjamukti – Stasiun Cawang sepanjang ± 15 km (Tarif Rp 14.800)
Stasiun Harjamukti – Stasiun Halim sepanjang ± 19 km (Tarif Rp 17.600)
Stasiun Jatimulya – Stasiun Cawang sepanjang ± 18 km (Tarif Rp 16.900)
Stasiun Jatimulya – Stasiun Halim sepanjang ± 15 km (Tarif Rp 14.800)
Stasiun Cawang – Stasiun Halim sepanjang ± 4 km (Tarif Rp 7.100)
Meski begitu, Kemenhub menetapkan tarif promo berupa diskon sebesar 78 persen dengan tarif flat Rp 5.000 untuk rute jauh dekat. Tarif Promo ini mulai diberlakukan sejak LRT Jabodebek diresmikan hingga akhir September 2023.
Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati, mengatakan pihaknya juga menyiapkan skema promo lainnya, yakni pengenaan tarif maksimal Rp 20.000 untuk jarak terjauh dan di bawah Rp 20.000 untuk selain jarak terjauh. Skema tarif ini mulai diberlakukan pada awal bulan Oktober 2023 sampai dengan akhir Februari 2024.
Menurut Adita, pemberian tarif promo ini menggunakan subsidi dari pemerintah menggunakan skema Kewajiban Pelayanan Publik/Public Service Obligation (PSO).
“Besaran PSO yang diberikan untuk subsidi tarif dari mulai beroperasi sampai dengan akhir tahun 2023 yaitu sebesar Rp 66 miliar. Jumlah ini di luar pemberian subsidi untuk prasarana,” ucap Adita.
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan LRT Jabodebek akan memangkas waktu tempuh masyarakat yang akan berpergian dari Jakarta ke Bekasi atau sebaliknya.
“Kami coba inspeksi kereta LRT Jabodebek dengan satu angka yang menggembirakan, kami tadi dari Dukuh Atas (Jakarta Pusat) sampai Jatimulya (Bekasi) 39 menit,” kata Budi pasca inspeksi, Rabu (28/6).
“Kalau dibanding dengan perjalanan normal tol sekalipun itu 2 jam, ini memangkas sepertiganya. Angka yang signifikan,” tegasnya.
Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News


.webp)












