SuaraPemerintah.IDÂ – Budiman Sudjatmiko buka suara terkait isu pemecatan dirinya sebagai kader PDIP, yang mana ia terancam dipecat usai membelot dari PDIP dengan mendukung Prabowo Subianto sebagai bakal calon presiden 2024.
Budiman mengatakan, jika benar ia dipecat oleh PDIP, menurutnya itu tidak akan menjadi masalah besar.
“Jadi menurut saya, it’s okay, engga ada masalah,” kata Budiman dalam talkshow di acara Kopdarnas PSI, Selasa (22/8) malam.
Selain Budiman, dalam acara ini turut hadir Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan Yenny Wahid. Talkshow ini dipandu politikus PSI Helmy Yahya.
Helmy lantas mencecar soal keputusan Budiman mendukung Prabowo. Padahal PDIP sudah mendukung Ganjar Pranowo.
“Oh itu tidak perlu keberanian itu, enggak ada risiko, risiko apa,” kata Budiman.
“Anda bisa dipecat,” kata Helmy.
“Dipecat? Dari organisasi? Menurut saya bukan risiko tertinggi. Jadi menurut saya it’s okay, engga ada masalah,” kata Budiman.
“Artinya dipecat itu tidak membuat kata Winston Churchill, PM Inggris, dalam perang kamu hanya mati satu kali, dalam politik, kamu bisa mati berkali-kali, artinya, hidup berkali-kali juga,” tutur Budiman.
Sebelumnya, Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menanggapi manuver Budiman Sudjatmiko. Budiman bermanuver dengan mendukung Prabowo Subianto jadi bacapres 2024.
Hasto mengatakan, dirinya telah bertanya tentang manuver Budiman kepada milenial saat di suatu pelatihan. Menurut para milenial, lebih baik Budiman dibiarkan saja dengan pacar barunya.
“Saya bertanya menurut kalian bagaimana Pak Budiman? Mereka menjawab ‘sudah Pak, Pak Sekjen, sudah Pak Budiman ini seperti punya pacar baru, jadi biar asyik dengan pacarnya toh 3 bulan nanti akan ketahuan bagaimana pacar barunya itu’,” ucap Hasto.
“Itu dari generasi milenial ketika saya bertanya tentang Pak Budiman Sudjatmiko,” ujarnya.
Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News


.webp)


















