SuaraPemerintah.ID – Suka beli makeup di gerai yang menyediakan tester kosmetik? Beberapa brand makeup memang memajang display khusus berisi warna-warni produk sampel yang bisa disesuaikan tone warna kulit.
Beberapa toko kosmetik di mal biasanya menyediakan tester atau sampel makeup yang bisa dicoba oleh pelanggan untuk menentukan produk mana yang cocok.
Tester makeup biasanya sudah cukup lama berada di toko dan kadang dibiarkan dalam keadaan terbuka. Hal itu dapat membuat produknya menjadi sarang kuman dan bakteri yang berbahaya bagi tubuh kita.
Sebenarnya kosmetik yang sudah lolos uji Badan POM RI tergolong aman. Terlebih jika kamu memakainya dalam keadaan baru dan bersegel baik dari toko resminya.
Kosmetik harus disimpan dengan tepat, dijauhkan dari apa saja yang bisa merusak kandungannya termasuk menjaga agar kosmetik tetap higienis di dalam wadah. Termasuk suhu yang tinggi (di atas 29° C), kelembaban tinggi, hingga pemakaian berganti-ganti dengan orang lain.
Sementara pada tester makeup yang banyak dipakai bergantian, risikonya lebih besar. Yakni adanya kontaminasi bakteri, kuman, virus, dan mikroba berbahaya lainnya dari satu orang ke orang lain.
Tester produk kecantikan seringnya tidak higienis karena cara pemakai menggunakan tester beragam. Ada yang sembarangan menggunakan secara langsung, ada yang sedang sakit, dan masalah kesehatan lainnya.
Bahkan bagi yang sehat sekali pun, bisa juga menyebarkan kontak penyakit. Alasannya kulit manusia meski selalu dijaga kebersihannya, tetap saja mengandung bakteri. Mulai dari bakteri baik hingga bakteri jahat.
Maka dari itu, yuk simak tips aman menggunakan tester makeup di mal berikut ini:
Dermatologist yang juga Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, Arini Astasari Widodo mengatakan tester atau sampel ini sebaiknya tidak langsung diaplikasikan ke kulit yang terbuka atau memiliki luka.
Kulit terluka berpeluang terkena patogen atau mikroorganisme yang bisa menyebabkan iritasi hingga infeksi.
“Jangan di area yang terluka, tergores, atau mengalami iritasi. Kulit yang mengalami kerusakan, seperti luka, goresan, atau iritasi, cenderung memiliki peluang yang lebih tinggi untuk terinfeksi oleh mikroorganisme patogen,” kata Arini saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (2/1).
Ketika kulit mengalami kerusakan, lapisan pelindung ini terbuka, memberikan akses langsung bagi mikroorganisme untuk memasuki jaringan di bawahnya.
Luka atau kerusakan pada kulit tidak hanya menciptakan pintu masuk untuk patogen, tetapi juga dapat merusak integritas sistem kekebalan kulit.
Sistem kekebalan tubuh bekerja lebih baik ketika kulit dalam keadaan utuh, dan kerusakan pada kulit dapat mengurangi kemampuannya untuk melawan invasi patogen.
Selain itu, kulit yang rusak juga dapat menciptakan lingkungan yang lebih hangat dan lembap, yang sering menjadi kondisi ideal bagi pertumbuhan dan reproduksi mikroorganisme penyebab infeksi.
Oleh karena itu, sangat penting untuk menghindari penggunaan tester pada area ini agar tidak memberikan peluang bagi bakteri atau virus untuk masuk ke dalam tubuh melalui kerusakan kulit tersebut.
“Perlu hati-hati seringkali ada mikrolesi di kulit kita yang meningkatkan risiko infeksi, yaitu bagian kulit yang tidak utuh tapi sangat kecil sehingga tidak terlihat dengan mata, misal akibat papercut, kulit kering dan pecah-pecah, atau over exfoliating,” kata dia yang dilansir dari CNN Indonesia.
Jadi bagaimana tester atau sampel sebaiknya digunakan?
Kata Arini, menggunakan tester yang disarankan, misalnya untuk lipstik atau produk bibir lainnya adalah di pergelangan tangan, lengan, atau punggung tangan.
Area ini umumnya dapat dengan mudah dibersihkan, serta menghindari kontak langsung dengan wajah atau membran mukosa yang lebih rentan terhadap penularan.
Penting juga untuk menggunakan alat aplikator sekali pakai jika tersedia, seperti kapas atau spatula, untuk mengambil produk dari tester.
Alternatif lain adalah mengaplikasikan produk cair atau krim, seperti foundation, pada kapas bersih dan membuangnya setelah digunakan.
“Penting untuk diingat bahwa bahkan dengan tindakan pencegahan ini, risiko infeksi tidak sepenuhnya dihilangkan,” katanya.
Jika memiliki kekhawatiran kesehatan tertentu atau sangat berhati-hati tentang kebersihan, pertimbangkan menggunakan produk makeup sendiri atau membeli sampel individu jika tersedia.
Jika melihat reaksi negatif atau masalah kulit setelah menggunakan sampel makeup, konsultasikan dengan profesional kesehatan.
Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News


.webp)

















