Kamis, Juni 18, 2026
Beranda Serba-Serbi Sederet Gejala Biduran dan Cara Mudah Mengatasinya

Sederet Gejala Biduran dan Cara Mudah Mengatasinya

982

SuaraPemerintah.ID – Biduran atau urtikaria adalah reaksi kulit yang menyebabkan timbulnya bilur berwarna merah atau putih. Bilur yang timbul ini juga disertai dengan rasa gatal.

Awalnya, bilur ini muncul hanya di satu bagian tubuh, tapi lama-kelamaan bilur ini akhirnya menyebar. Salah satu penyebab umumnya adalah alergi, tetapi ukuran dan bentuk bilur bisa berbeda-beda.

Biduran biasanya tidak berbahaya, karena seringnya menjadi reaksi dari alergi. Benjolannya juga mungkin akan menghilang dengan sendirinya.

Namun apabila reaksi yang terjadi parah, terutama jika pembengkakan melibatkan tenggorokan. Kamu mungkin memerlukan suntikan darurat, seperti epinefrin (adrenalin) atau steroid.

Meski begitu, ada beberapa faktor risiko bisa memicu urtikaria atau memperburuk gejala yang ada. Contohnya, mengonsumsi minuman beralkohol atau minuman berkafein, tingkat stres yang tinggi, dan suhu udara yang panas.

Nah, berikut berbagai faktor pemicu yang mungkin perlu kamu waspadai:

1. Alergi makanan
Alergi makanan adalah salah satu penyebab umum biduran. Makanan tertentu seperti kacang-kacangan, telur, susu, makanan laut, dan kacang-kacangan dapat memicu reaksi alergi yang menyebabkan munculnya urtikaria. Selain itu, Ini Jenis Makanan yang Jadi Pemicu Biduran.

2. Alergi obat
Penggunaan beberapa obat-obatan tertentu, seperti antibiotik (misalnya penisilin), aspirin, NSAID (obat antiinflamasi nonsteroid), dan obat lainnya, dapat menyebabkan reaksi alergi dan urtikaria pada beberapa orang.

3. Suhu ekstrem
Paparan suhu ekstrem, seperti panas yang tinggi atau dingin yang ekstrem, dapat menyebabkan kondisi ini.

4. Alergi serbuk sari dan alergen lingkungan
Paparan terhadap serbuk sari, debu, bulu hewan, serangga, dan bahan kimia tertentu juga dapat menyebabkan urtikaria pada orang yang alergi terhadap alergen ini.

5. Gigitan serangga
Beberapa gigitan serangga seperti nyamuk, lebah, atau semut dapat menyebabkan reaksi alergi dan munculnya urtikaria di area yang terkena gigitan.

6. Stres dan kecemasan
Stres emosional atau kecemasan dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dan memicu munculnya masalah kulit ini.

7. Kontak dengan bahan tertentu
Berkontak langsung dengan bahan kimia, seperti lateks, deterjen, atau bahan-bahan lainnya, juga dapat menyebabkan kondisi ini pada beberapa orang.

8. Riwayat urtikaria dan alergi sebelumnya
Orang yang pernah mengalami kondisi ini sebelumnya memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kondisi ini kembali.

Mereka memiliki riwayat alergi atau keluarga dengan riwayat alergi, juga lebih rentan.

Dilansir dari laman Penn Medicine (The University of Pennsylvania Health System), Rabu (3/1/2024), ini sederet gejala yang mungkin dialami, sebagai berikut:

  1. Benjolan yang gatal.
  2. Bintik-bintik bisa menyebar, menjadi lebih besar, menonjol lebih luas, dan menyatu sehingga membentuk area kulit datar.
  3. Wheal (pembengkakan di permukaan kulit yang menjadi bekas merah atau sewarna kulit beserta tepi yang jelas).
  4. Seringkali wheal berubah bentuk, menghilang, atau muncul lagi dalam beberapa menit atau jam (jarang ada bintil bisa bertahan lebih dari 2 hari atau 48 jam).
  5. Dermatographism urticaria (goresan di kulit), yang disebabkan karena tekanan pada kulit. Hal ini akan langsung menimbulkan gatal-gatal di area yang ditekan/tergores.

Jika gatal-gatalnya ringan, urtikaria tidak butuh obat atau mungkin tidak memerlukan perawatan. Namun, berikut merupakan manajemen dan cara untuk mengatasinya, antara lain:

1. Minum obat
Sebelum mengonsumsi obat, pastikan kamu telah mengetahui apa penyebab biduran dengan berkonsultasi dengan dokter. Jenis obat-obatan yang umumnya akan dokter resepkan, yaitu antihistamin atau kortikosteroid.

2. Mandi air dingin
Selain kompres, kamu juga bisa mandi atau berendam dengan air dingin untuk meringankan rasa gatal. Beberapa orang juga mendapat manfaat dari mandi menambahkan air dingin dengan soda kue atau bubuk oatmeal. Meski begitu, cara ini tidak dianjurkan pada mereka yang mengalami gatal-gatal kronis.

3. Kenakan pakaian katun yang longgar dan bertekstur halus
Hindari mengenakan pakaian yang kasar, ketat, gatal, atau terbuat dari wol. Pasalnya, bahan-bahan tersebut bisa mengiritasi kulit dan memperparah biduran.

4. Lindungi kulit dari sinar matahari
Oleskan tabir surya sekitar setengah jam sebelum keluar rumah. Saat berada di luar ruangan, carilah tempat teduh untuk membantu menghilangkan rasa tidak nyaman. Pasalnya, biduran biasanya semakin memburuk di cuaca atau suhu yang panas.

5. Menghindari Pemicu yang Diketahui

Agar gatal-gatal akibat biduran tidak kambuh lagi, maka menghindari penyebab atau pemicu adalah hal yang perlu dilakukan.

Kamu perlu mengetahui penyebab utama biduran sebelum memilih pengobatan yang tepat. Pasalnya, biduran bisa terjadi karena banyak faktor, mulai dari makanan, suhu dingin, gigitan serangga sampai obat yang kamu konsumsi.

Ahli alergi biasanya menyarankan pengobatan yang tersedia hanya dengan resep ataupun obat yang dijual bebas (hal ini bergantung pada seberapa tidak nyamannya gatal-gatal yang dialami).

Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini