Menurut Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kemen PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu, dalam sebuah acara Kolak Ketan dengan tema “Bulan Suci Momentum Mewujudkan Anak Sehat dan Terlindungi”, ditegaskan bahwa hak anak terkait dengan kesehatan dan pendidikan dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28B. Pemerintah juga menetapkan peningkatan SDM sebagai prioritas nasional.
- Advertisement -
Pribudiarta juga menyampaikan bahwa meskipun Indeks Perlindungan Anak (IPA) Tahun 2022 meningkat, namun masih di bawah target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Klaster pendidikan, pemanfaatan waktu luang, dan kreativitas budaya menjadi fokus karena terganggu oleh pandemi Covid-19.
Untuk memperbaiki situasi ini, Kemen PPPA mengadakan diskusi dan menyediakan informasi terkait pendidikan dan kesehatan untuk memastikan anak-anak dapat tumbuh berkembang dengan baik menuju Indonesia Layak Anak Tahun 2030.
- Advertisement -
Dalam konteks kegiatan positif anak-anak, Ketua Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) Al-Ikhwan Jakarta Utara, Sutarjo, memberikan contoh baik dengan melibatkan anak-anak dalam kegiatan masjid seperti bertilawah Al-Qur’an dan mengumandangkan adzan Isya. Ini tidak hanya membantu mereka memperoleh pengalaman berbicara di depan umum tetapi juga membangun kerjasama tim.
Sutarjo menekankan bahwa di bulan Ramadhan, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat sosial yang memberikan perhatian kepada anak-anak untuk pemenuhan hak mereka.
Dalam konteks kesehatan, Dosen Peneliti Gizi Olahraga dan Kebugaran, Mury Kuswari, menganjurkan agar anak-anak tetap menjaga kesehatan dan kebugaran dengan berolahraga secara rutin selama bulan Ramadhan. Dia memberikan tips PUASA BUGAR, termasuk memilih olahraga ringan, mengajak teman atau keluarga, dan menjaga keseimbangan antara waktu istirahat dan aktivitas fisik.
Acara Kolak Ketan juga menghadirkan pembicara lain seperti Guru Besar Keamanan Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor, Ahmad Sulaeman, yang membahas “Menu Buka dan Sahur dengan Gizi Seimbang dari Pangan Lokal”, serta Ketua Umum Forum Komunikasi Pondok Pesantren Daerah Khusus Ibukota (DKI), Tubagus Masnun, dengan tema “Cegah Kekerasan dan Relasi Kuasa yang Salah di Pondok Pesantren/Sekolah Berasrama”.
Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News