spot_img

BERITA UNGGULAN

Menteri Imipas Transformasikan Lapas Jadi Pusat Unggulan Produk Pangan Nasional

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, berkomitmen melakukan langkah revolusioner dengan mengubah lembaga pemasyarakatan (lapas) di seluruh Indonesia menjadi Center of Excellence atau pusat keunggulan produk pangan. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk dukungan nyata Kemenimipas terhadap program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah.

Dalam peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 pada Senin (27/4), Menteri Imipas menegaskan bahwa sistem pemasyarakatan harus menjadi bagian integral dari pembangunan nasional melalui evaluasi dan refleksi mendalam terhadap pencapaian yang ada.

- Advertisement -

Upaya transformasi ini dilakukan dengan mengubah paradigma lama pemasyarakatan menjadi sentra bisnis mandiri yang berkelanjutan. Fokus utamanya adalah mengintegrasikan kegiatan pembinaan Warga Binaan dengan sektor produktif, sehingga mereka tidak lagi menjadi objek pasif melainkan pelaku aktif dalam roda ekonomi.

Menteri Imipas menyebutkan bahwa pihaknya tengah mengoptimalkan ribuan tenaga kerja dari Warga Binaan yang siap dilatih serta pemanfaatan lahan-lahan potensial di sekitar Lapas dan Rutan untuk digarap secara produktif. Melalui perubahan ini, lembaga pemasyarakatan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata yang melampaui fungsi pengamanan tradisional.

- Advertisement -

Visi besar tersebut dipertegas oleh Menteri Imipas yang menyampaikan bahwa sejalan dengan kebijakan pemerintah, salah satu program unggulan yang menjadi fokus utama adalah ketahanan pangan nasional yang diintegrasikan langsung dengan kegiatan pembinaan di lapas dan rutan. Dalam hal ini, Warga Binaan diarahkan untuk menjadi pelaku aktif dalam pembangunan bangsa, bukan sekadar objek pembinaan yang bersifat pasif. Lebih lanjut disampaikan bahwa di balik tembok pemasyarakatan terdapat potensi besar yang dimiliki oleh Warga Binaan, sehingga paradigma pemasyarakatan saat ini diarahkan tidak hanya sebagai tempat pembatasan kebebasan, tetapi sebagai ruang pembinaan yang membangun dan memberdayakan.

“Inilah wajah baru pemasyarakatan kita, bukan hanya mengurung tapi membangun, bukan hanya mengekang tapi memberdayakan,” tutur Menteri Imipas.

Penerapan program ini membawa manfaat yang luas, baik bagi internal kementerian maupun masyarakat umum. Secara signifikan, program ini mampu meningkatkan keterampilan dan keberdayaan Warga Binaan agar mereka memiliki bekal yang kuat untuk kembali ke masyarakat. Selain itu, optimalisasi lahan lapas sebagai pusat pangan akan memperkuat ketersediaan stok pangan nasional dan menciptakan ekosistem ekonomi yang mandiri. Dengan demikian, stigma negatif terhadap lapas perlahan akan terkikis dan berganti dengan citra lembaga yang produktif dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan sosial.

Transformasi lapas menjadi pusat keunggulan pangan ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam sejarah pemasyarakatan di Indonesia. Dengan semangat pemberdayaan, Kemenimipas optimistis bahwa sinergi antara pembinaan manusia dan pengelolaan sumber daya alam ini akan mewujudkan sistem pemasyarakatan yang modern, mandiri, dan bermanfaat sepenuhnya bagi kemajuan bangsa.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru