SuaraPemerintah.ID – Dalam upaya meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana demi memberikan layanan terbaik kepada pencari keadilan di DKI Jakarta, Ketua Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta, Dr. Herri Swantoro, S.H., M.H., telah memperbaiki serta menambah sarana dan prasarana di PT tersebut. Bersama timnya, ia juga merancang beragam inovasi untuk mendukung kedisiplinan pegawai dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Sebagai bentuk dukungan terhadap langkah-langkah tersebut, Ketua Mahkamah Agung, Prof. Dr. H. M. Syarifuddin, S.H., M.H., secara resmi meresmikan sarana dan prasarana baru serta inovasi tersebut pada Kamis, 28 Maret 2024, di PT DKI Jakarta.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial, serta para Ketua Kamar Mahkamah Agung. Ketua Mahkamah Agung mengucapkan selamat dan bangga atas upaya pimpinan dan aparat PT DKI Jakarta yang telah meningkatkan fasilitas PT tersebut, yang menjadi pusat perhatian di Indonesia.
Seorang Guru Besar dari Universitas Diponegoro menyatakan bahwa PT DKI Jakarta menjadi teladan bagi pengadilan lain karena berlokasi di ibu kota negara. Ia menyatakan kebanggaannya atas langkah-langkah yang diambil oleh PT DKI Jakarta yang dapat dijadikan contoh oleh pengadilan lainnya. Perbaikan sarana dan prasarana, ditambah dengan berbagai inovasi, merupakan langkah efektif dan efisien untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat.
Perlu diketahui bahwa Gedung Utama PT Jakarta telah dibangun sejak tahun 1980. Seiring berjalannya waktu, gedung ini mengalami kerusakan pada kerangka atap dan kerangka bangunan akibat serangan rayap pada kayu, yang mengakibatkan kebocoran saat hujan. Kondisi ini menghambat PT Jakarta dalam memberikan layanan yang maksimal kepada masyarakat.
Berikut adalah beberapa inovasi PT Jakarta yang telah disahkan oleh Ketua Mahkamah Agung:
a. SIPITUNG (Sistem Informasi Pelayanan Terintegrasi Hukum dan Pengadilan), sebuah aplikasi yang bertujuan sebagai sarana untuk permohonan informasi dan pengaduan terhadap mutu pelayanan dan perilaku aparatur Pengadilan Tinggi Jakarta.
b. SIMANJA (Sistem Informasi Monitoring Capaian Kinerja), sebuah aplikasi monitoring capaian kinerja berdasarkan Indikator Kinerja Utama (IKU) yang terintegrasi dengan SIPP secara real-time dan akuntabel.
c. DILADANG (Digital Layanan Persidangan), sebuah inovasi layanan PT Jakarta untuk meningkatkan keterbukaan informasi, khususnya dalam hal persidangan, pengucapan putusan, dan penerbitan putusan perkara.
d. DIPANDU (Digital Pelayanan Terpadu), inovasi yang memberikan kemudahan dan kecepatan akses informasi/layanan bagi pemangku kepentingan di pinggir jalan tanpa harus masuk dan mengantri di kantor.
Dalam sambutannya, Ketua Mahkamah Agung mengajak seluruh aparat PT Jakarta yang hadir untuk aktif berperan dalam mendukung kemajuan peradilan di Indonesia. Ia menekankan bahwa kinerja yang baik, dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai, serta berbagai inovasi, harus meningkatkan semangat kerja para aparat.
Semua ini, menurutnya, harus menjadi bukti keseriusan masing-masing individu dalam bekerja dengan ikhlas dan tulus, bukan karena takut kepada pimpinan atau alasan lainnya, tetapi semata-mata karena mengharapkan pahala dari Tuhan Yang Maha Esa.
“Sarana dan prasarana yang sudah baik ini tidak boleh membuat kita melonggar dalam bekerja. Kita semua harus tetap semangat dan ikhlas dalam bekerja, bukan karena takut kepada pimpinan,” tegas Ketua Mahkamah Agung.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Mahkamah Agung dan jajaran pimpinan berkesempatan untuk berdialog secara virtual dengan seluruh aparat peradilan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Pengadilan Jakarta Utara, dan Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Selain berdialog, Ketua Mahkamah Agung juga berkesempatan berinteraksi dengan para pencari keadilan yang hadir di pengadilan-pengadilan tersebut.
Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News


.webp)


















