SuaraPemerintah.ID – Isu bias gender masih menjadi perhatian utama dalam perkembangan masyarakat modern. Persoalan kesetaraan gender menjadi bahasan yang masuk pada empat ranah, yaitu kesetaraan dalam pendidikan, kekerasan terhadap perempuan, kesetaraan dalam dunia kerja, dan kesehatan reproduksi.
Dalam workshop pengarusutamaan gender dini yang diadakan di SMA Negeri 5 Purwokerto, Ririn Kurnia Trisnawati, Ketua Tim Pengabdi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), menyampaikan pentingnya pemahaman gender di kalangan pelajar.
Menurut Ririn, memberikan pengetahuan tentang kesetaraan gender sejak usia remaja sangat penting untuk membentuk konstruksi pemahaman yang berkeadilan.
“Keempat isu utama gender ini menjadi landasan bagi para dosen untuk memberikan pemahaman sejak dini kepada pelajar. Sehingga pelajar memiliki konstruksi pemahaman kesetaraan yang berkeadilan,” kata dosen Fakultas Ilmu Budaya Unsoed itu, Rabu (12/06/2024).
Menurut Ririn, upaya pengarusutamaan gender ini menjadi ruang edukasi bagi remaja untuk paham tentang hak dan kewajiban sebagai mahluk pribadi dan sosial. Pelajar ini kelak akan menjadi generasi yang sadar dan paham akan isu gender sehingga mampu menempatkan persoalan kehidupan secara proporsional.
“Workshop ini menjadi ruang edukasi remaja akan pemahaman hak dan kewajiban individu, dalam urusan privat dan publik. Para pelajar diharapkan memiliki pemahaman yang proporsional dalam kesetaraan gender yang berkeadilan,” pungkasnya.
Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News


.webp)


















