BerandaPemerintahOmbudsman Soroti Potensi Maladministrasi dalam Tata Kelola Ekspor Impor

Ombudsman Soroti Potensi Maladministrasi dalam Tata Kelola Ekspor Impor

SuaraPemerintah.ID – Anggota Ombudsman Republik Indonesia (RI), Yeka Hendra Fatika, mengungkapkan adanya potensi maladministrasi dalam tata kelola ekspor dan impor di Indonesia. Hal ini disampaikan dalam Studium General yang digelar oleh Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Menurut Yeka, potensi maladministrasi dalam tata kelola ekspor meliputi hambatan dalam impor bahan baku, kurangnya dukungan pemerintah terhadap pelaku ekspor, serta adanya tindakan koruptif dari penyelenggara pelayanan.

- Advertisement -

Sementara itu, dalam tata kelola impor, potensi maladministrasi dapat berupa peraturan yang tidak harmonis, sistem perizinan yang tersendat, integrasi data dan kewenangan perdagangan yang belum optimal, serta tindakan koruptif dari penyelenggara pelayanan.

“Besaran nilai penyelamatan kerugian masyarakat pada 2024 memiliki rentang Rp 483.536,00 – Rp 62.115.336.400,00, dengan total realisasi penyelamatan per 5 Juni 2024 (Triwulan II) mencapai Rp 68.76 miliar,” tuturnya.

“Valuasi kerugian masyarakat dihitung berdasarkan nilai kerugian materiil pada setiap laporan masyarakat,” tegas Yeka. Kemudian, lanjutnya, realisasi penyelamatan kerugian masyarakat dihitung berdasarkan nilai kerugian materiil pada laporan masyarakat yang telah ditutup dan telah memperoleh penyelesaian permasalahan.

“Terkait potensi maladministrasi yang ada, Ombudsman RI memberikan saran terkait pemenuhan fasilitas, yakni dilakukan harmoniasi peraturan, peningkatan kapasitas SDM, peningkatan koordinasi lembaga terkait dan optimalisasi integrasi CIQ (Custom, Imigration, Quarantine),” tegasnya.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Husni Teja Sukmana menyampaikan dukungan baiknya. Ia menyampaikan bahwa kuliah umum atau stadium general ini merupakan kesempatan yang baik bagi civitas akademika untuk menimba ilmu terkait ekspor dan impor di Indonesia.

Kegiatan ini diikuti oleh sekurangnya 200 mahasiswa dan dosen Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM