SuaraPemerintah.ID – Mahasiswa Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan praktik menyemai benih cabai bersama ibu-ibu PKK RT 10 Desa Gentanbanaran, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen. Para mahasiswa tersebut adalah Andika Amar Prasetya, Annisa Nur Qoiriah, Raffy Hasta Prawira, Reva Abdya, Salma Nur Azizah, Shafa Salsabilla, Surya Pranata, dan Tegar Wahyu Aditya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program tim MBKM yang bekerja sama dengan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispangtan) Sragen. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan lahan pekarangan guna menjamin ketersediaan bahan pangan yang beragam secara terus menerus untuk pemenuhan gizi keluarga. “Kegiatan menyemai benih cabai ini dapat meningkatkan pemahaman ibu-ibu mengenai cara menyemai tanaman cabai yang baik dan benar. Selain itu, kegiatan ini juga memanfaatkan lahan pekarangan untuk ditanami cabai,” ujar Surya Pranata, salah satu mahasiswa tim MBKM Dispangtan Sragen, kepada uns.ac.id, Kamis (4/7/2024).
Tanaman cabai dipilih karena sering dibutuhkan dalam masakan nusantara. Praktik menyemai ini diadakan di rumah Ketua RT 10 Dukuh Kliteh, Desa Gentanbanaran. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi pemanfaatan lahan pekarangan yang diadakan pada 16 Mei 2024 di Balai Desa Gentanbanaran, dengan sasaran ibu-ibu PKK se-desa Gentanbanaran. Tidak hanya sekadar sosialisasi, kegiatan ini dilanjutkan dengan praktik menyemai agar para peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan menyemai benih cabai dengan benar, yang diharapkan akan diadopsi di rumah masing-masing, baik untuk konsumsi sendiri maupun untuk menambah pendapatan rumah tangga.
Praktik menyemai benih cabai yang diadakan pada 5 Juni 2024 ini dimulai dengan pengenalan alat dan bahan yang dibutuhkan, seperti benih cabai, plastik semai, sendok plastik, ember, air, dan media tanam. Media tanam yang digunakan adalah campuran tanah, pupuk kandang/kotoran hewan, dan sekam padi dengan perbandingan 1:1:1. Kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi cara menyemai yang dicontohkan oleh tim MBKM Dispangtan, lalu diikuti praktik oleh para peserta. Tahapan menyemai cabai ini meliputi persiapan alat dan bahan, mencampurkan media tanam dan memasukkannya ke dalam plastik semai hingga ¾ bagian, menyiram media tanam, membuat lubang tanam, memasukkan benih, menutup lubang dengan menambahkan media tanam, dan menyimpan persemaian cabai di tempat yang cukup sinar matahari.
Ibu-ibu PKK RT 10 terlihat sangat antusias mengikuti praktik menyemai cabai ini. Mereka sering melontarkan pertanyaan terkait persemaian cabai, seperti waktu yang tepat untuk menyiram persemaian, cara mengatasi hambatan dalam persemaian terutama gangguan ayam, dan kapan tanaman dapat dipindahkan ke polybag. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan menyemai benih cabai dengan benar.
Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News


.webp)


















