Selasa, Januari 27, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Daftar 13 Daerah Rawan Gempa Megathrust di Indonesia!

SuaraPemerintah.ID Topik mengenai potensi gempa besar akibat megathrust terus menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Gempa ini diperkirakan memiliki kekuatan sangat besar dan disebut hanya masalah waktu sebelum terjadi. Kekhawatiran semakin meningkat setelah gempa berkekuatan 7,1 Skala Richter (SR) mengguncang wilayah Nankai, Jepang, pada 8 Agustus 2024.

Megathrust adalah gempa bumi besar yang terjadi di zona subduksi, tempat pertemuan lempeng tektonik. Penumpukan regangan antara lempeng yang bergerak menyebabkan terjadinya gempa ketika gesekan di antara lempeng tidak lagi mampu menahan tekanan. Di Indonesia, zona subduksi yang berpotensi memicu megathrust telah terbentuk sejak jutaan tahun yang lalu.

- Advertisement -

Kedua lempeng biasanya terus bergerak mendekati satu sama lain, tetapi menjadi “terjebak” di tempat mereka bersentuhan. Akhirnya, penumpukan regangan melebihi gesekan antara kedua lempeng dan gempa megathrust yang besar terjadi.

Zona megathrust bukanlah hal baru. Di Indonesia, zona sumber gempa ini sudah ada sejak jutaan tahun lalu saat terbentuknya rangkaian busur kepulauan Indonesia.

- Advertisement -

Beberapa wilayah di Indonesia, seperti Sumatra dan Jawa, berada dalam zona subduksi aktif, termasuk Subduksi Sunda yang mencakup Sumatra, Jawa, hingga Sumba. Selain itu, terdapat zona subduksi di wilayah Banda, Laut Maluku, Sulawesi, Laut Filipina, dan utara Papua yang juga berpotensi memicu gempa besar.

Di Indonesia sendiri, ada beberapa wilayah yang perlu diwaspadai, di mana Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) saat ini tengah memantau wilayah tersebut karena ada potensi dilanda gempa yang cukup besar.

Adapun wilayah tersebut yakni segmen Megathrust Mentawai-Suberut di Pulau Mentawai dan pesisir barat Sumatera Utara dan Megathrust Selat Sunda, di mana keduanya terakhir mengalami gempa lebih dari ratusan tahun lalu.

Dengan potensinya yang cukup besar, maka masyarakat yang berada di wilayah sekitar zona megathrust tersebut perlu berhati-hati, tetapi jangan terlalu panik.

Tak hanya dua zona megathrust tersebut, masih ada sekitar 11 zona megathrust yang berpotensi juga menyebabkan gempa besar.

Berdasarkan peta tersebut, sampai saat ini setidaknya ada 13 megathrust yang tersebar di Indonesia. Beberapa di antaranya mengalami pecah segmen hingga membentuk segmen yang baru, seperti Segmen Mentawai yang dibagi menjadi Segmen Mentawai-Siberut dan Segmen Mentawai-Pagai, di mana keduanya berada di dekat Pulau Mentawai dan pesisir barat Sumatera Utara.

Ada juga segmen Jawa yang dibagi menjadi tiga segmen, yakni segmen Selat Sunda-Banten, Segmen Jawa Barat, dan Segmen Jawa Tengah-Jawa Timur.

Berikut wilayah-wilayah yang berpotensi dilanda gempa besar

  1. Sumba
  2. Sulawesi Utara
  3. Selat Sunda
  4. Papua
  5. Nias-Simelue
  6. Mentawai-Siberut
  7. Mentawai-Pagai
  8. Jawa Timur
  9. Jawa Barat-Jawa Tengah
  10. Enggano
  11. Batu
  12. Aceh-Andaman
  13. Jawa Barat-Jawa Tengah

Sebelumnya, BMKG sudah memprediksi gempa besar yang melandai Nankai di Jepang Selatan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG Daryono.

“Hasil pemodelan tsunami oleh BMKG menunjukkan adanya status ancaman ‘waspada’ dengan tinggi tsunami kurang dari setengah meter dan akhirnya terkonfirmasi, memang tsunami terjadi di Pantai Miyazaki Jepang dengan ketinggian 31 cm dan tidak merusak,” kata Daryono, dikutip dari rilis yang diterimaCNBC Indonesia, Minggu (11/8/2024).

Daryono mengatakan kekhawatiran ilmuwan Jepang terhadap Megathrust Nankai saat ini sama persis yang dirasakan dan dialami oleh ilmuwan Indonesia, khususnya terhadap Seismic Gap Megathrust Selat Sunda (M8,7) dan Megathrust Mentawai-Suberut (M8,9).

Namun demikian masyarakat di Indonesia tidak perlu khawatir karena apa yang terjadi di Jepang dapat dipantau secarareal timeoleh BMKG.

“Tak perlu khawatir karena kami dapat analisis dengan cepat termasuk memodelkan tsunami yang bakal terjadi dan dampaknya menggunakan system InaTEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System), sehingga BMKG akan segera menyebarluaskan informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami di seluruh wilayah Indonesia, khususnya wilayah Indonesia bagian utara,” ujar Daryono.

Sebagai langkah antisipasi dan mitigasi, BMKG sudah menyiapkansystem monitoring, prosesing dan diseminasi informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami yang semakin cepat dan akurat.

Sejauh ini BMKG telah memberikan edukasi, pelatihan mitigasi,drill, evakuasi, berbasis pemodelan tsunami kepada pemerintah daerah,stakeholder, masyarakat, pelaku usaha pariwisata pantai, industri pantai dan infrastruktur kritis (pelabuhan dan bandara pantai).

Artikel ini kami lansir dari CNBC Indonesia yang berjudul “Waspada! Ini 13 Wilayah RI Berpotensi Diguncang Gempa Megathrust”

Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru