Selasa, Januari 27, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Indonesia Serukan Pengakuan Palestina di PBB: “Waktunya Sekarang!

SuaraPemerintah.ID – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi, menyampaikan pernyataan tegas dalam pertemuan tingkat menteri mengenai situasi di Gaza dan implementasi solusi dua negara di Markas Besar PBB, New York. Dalam pidatonya, Menteri Retno menekankan pentingnya pengakuan terhadap Palestina sebagai langkah krusial untuk mewujudkan perdamaian yang adil dan komprehensif.

Retno Marsudi menegaskan bahwa pengakuan terhadap Negara Palestina bukan hanya memberikan harapan bagi rakyat Palestina, tetapi juga merupakan langkah politik penting untuk menekan Israel menghentikan kekejaman terhadap Palestina.

- Advertisement -

Ia menegaskan bahwa pengakuan ini tidak hanya memberikan harapan bagi rakyat Palestina, tetapi juga merupakan cara penting untuk memberikan tekanan politik kepada Israel untuk menghentikan kekejaman.

Baca juga : Indonesia Tegaskan Komitmen Dunia Bebas Nuklir di Sidang Umum PBB

Menteri Retno menolak pandangan beberapa negara yang menunda pengakuan Palestina dengan alasan menunggu “waktu yang tepat”.

- Advertisement -

“Kapan waktu yang tepat itu? Bagi saya, waktunya adalah sekarang. Kita tidak ingin menunggu hingga semua rakyat Palestina terusir atau hingga 100.000 orang terbunuh untuk menganggap bahwa itu adalah waktu yang tepat,” tegasnya.

Selain itu, Menteri Retno juga menyoroti urgensi implementasi Resolusi Majelis Umum PBB ES-10/24, yang menuntut Israel untuk mengakhiri kehadiran ilegalnya di Wilayah Pendudukan Palestina. Ia menegaskan bahwa harapan untuk perdamaian akan hancur jika negara-negara anggota PBB tidak memiliki keberanian dan hati untuk menekan satu negara agar mematuhi resolusi tersebut.

Indonesia, melalui pernyataan Menteri Retno, mendesak seluruh negara untuk memastikan implementasi resolusi ini. “Indonesia mendesak seluruh negara untuk memastikan bahwa implementasi resolusi tersebut benar-benar terjadi,” tambahnya.

Selain itu, Retno menyoroti pentingnya implementasi Resolusi Majelis Umum PBB ES-10/24, yang menuntut Israel mengakhiri kehadiran ilegalnya di Wilayah Pendudukan Palestina. Menurutnya, harapan perdamaian akan hancur jika negara-negara PBB tidak berani menekan Israel agar mematuhi resolusi tersebut.

Indonesia melalui Menteri Retno juga mendesak negara-negara anggota Gerakan Non-Blok (GNB) untuk menggunakan pengaruh mereka dalam mendukung Palestina.

Menurut Menlu Retno, negara-negara GNB harus memanfaatkan pengaruh yang dimiliki, untuk memajukan dua hal utama, yaitu pertama, meningkatkan jumlah negara yang mengakui Palestina; dan kedua, mendorong implementasi efektif dari Resolusi Majelis Umum PBB ES-10/24, yang menuntut Israel untuk mengakhiri kehadiran ilegalnya di Wilayah Pendudukan Palestina.

“Pengakuan (terhadap Palestina) sangatlah penting. Pengakuan mengobarkan harapan kepada rakyat Palestina; merupakan langkah krusial menuju terciptanya Solusi Dua Negara, serta menciptakan tekanan politis bagi Israel untuk menghentikan kekejamannya”, jelas Menlu Retno. Dalam pandangan Menlu Retno, negara-negara GNB harus menjadi negara- negara yang terdepan dalam memberikan pengakuan terhadap Palestina.

Komite Palestina GNB adalah salah satu Kelompok Kerja GNB yang antara lain beranggotakan Indonesia, Aljazair, Iran, Afrika Selatan, Zimbabwe, Malaysia, Kuba, India, Venezuela, Mesir dan Senegal.

GNB terdiri dari 121 negara yang secara formal tidak beraliansi dengan salah satu blok kekuatan besar tertentu. Dari antara negara-negara anggota GNB, hanya Palestina yang belum meraih kemerdekaan.

Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru