SuaraPemerintah.ID – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimoeljono, mengonfirmasi bahwa pembangunan Bendungan Way Apu di Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, akan dilanjutkan pada tahun depan. Bendungan ini merupakan salah satu dari sepuluh bendungan yang direncanakan untuk dilanjutkan pembangunannya oleh Kementerian PUPR pada 2025.
“Itu sudah menjadi program Kementerian PUPR,” ujarnya, dilansir dari laman RRI, Rabu (18/9/24).
Pembangunan Bendungan Way Apu yang dimulai sejak 2017 awalnya ditargetkan selesai tahun ini. Namun, proyek yang didirikan di atas lahan seluas 422,08 hektar ini masih belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian. Bendungan ini dirancang untuk menampung air hingga 50,05 juta meter kubik dan dilengkapi dengan jaringan interkoneksi di sekitarnya.
Baca juga :Â PUPR Targetkan 34 Proyek KPBU Pada Tahun Anggaran 2025
Bendungan Way Apu dibangun dengan mengadopsi tipe zonal urugan inti tegak dengan tinggi mencapai 72 meter. Kemudian lebar puncak 12 meter dan panjang puncaknya 490 meter, dengan luas daerah genangan 235,10 hektare.
Nilai kontrak pembangunan Bendungan Way Apu tercatat sebesar Rp2,08 triliun yang dikerjakan dalam dua paket. Paket pertama berupa konstruksi bendungan utama senilai Rp1,07 triliun dan paket berikutnya konstruksi bendungan pelimpah sebesar Rp1,013 triliun.
Selain Way Apu, Kementerian PUPR juga akan melanjutkan pembangunan sembilan bendungan lain pada 2025. Di antaranya Bendungan Bagong (Jawa Timur), Bener (Jawa Tengah), Budong-Budong (Sulawesi Barat), serta Cibeet dan Cijurai (Jawa Barat).
Kemudian Bendungan Karangnongko (Jawa Timur), Kedunglanggar (Jawa Tengah), Manikin (Nusa Tenggara Timur), dan Tiga Dihaji (Sumatra Selatan). Pekerjaan konstruksi bendungan-bendungan tersebut dilakukan BUMN karya seperti Pembangunan Perumahan, Adhi Karya, dan Hutama Karya.
Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News


.webp)













