Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati memperkenalkan dua inovasi unggulan Sragen di kegiatan presentasi Kepala Daerah dalam penilaian Innovative Government Award (IGA) 2024 yang diselenggarakan oleh Kemendagri. Presentasi berlangsung secara virtual di ruang kerja bupati pada Selasa pagi, (29/10/2024).
Dua inovasi tersebut yakni, Desa Tumis atau Desa Tuntas Kemiskinan dan Sipetarung atau Sistem Informasi Perizinan Tata Ruang.
Dalam presentasinya, bupati Yuni mengatakan, total inovasi di Kabupaten Sragen sebanyak 817 inovasi. Mengalami peningkatan dari tahun lalu, untuk tahun ini ada 211 inovasi yang dikirim ke penilaian IGA.
Baca juga : Kabupaten Sragen Berhasil Turunkan Kemiskinan 0,46% dalam Dua Tahun
“Alhamdulillah Kabupaten Sragen kembali masuk nominasi 22 besar kategori kabupaten untuk IGA 2024. Tahun ini ada dua inovasi unggulan kita yang Ibu paparkan untuk dinilai dewan juri, ada Desa Tumis (nondigital) dan Sipetarung (digital),” terang bupati.
Yuni menjelaskan, program unggulan Desa Tumis hadir sebagai upaya penanganan kemiskinan sekaligus kesejahteraan masyarakat Sragen yang dilakukan secara gotong royong antara OPD terkait bersama Forum Usaha Daerah, Baznas, PMI, Matra, CSR dan lembaga filantropi lainnya
“Bentuk dukungan yang diberikan Pemkab Sragen dalam program Desa Tumis di antaranya, bantuan RTLH (Rumah Tidak Layak Huni), bantuan Pendidikan, penempatan kerja, jambanisasi, usaha ekonomi produktif, PBI JKN, sambungan listrik, pelatihan kerja dan jaminan hidup,” urai Yuni.
Keberadaan program Desa Tumis juga mampu untuk menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Sragen secara signifikan. Puncak penurunan tersebut terjadi pada bulan Maret 2024 di mana persentase penduduk miskin berhasil turun menjadi 12,41%, dari 12,87% pada tahun 2023 lalu. Penurunan tersebut merupakan yang tertinggi se-Solo Raya.
Sedangkan, aplikasi Sipetarung (Sistem Informasi Perizinan Tata Ruang) digunakan untuk mempercepat penerbitan rekomendasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) di Kabupaten Sragen
“Keuntungannya setelah kami menggunakan Sipetarung ini besar. Masyarakat tidak harus datang langsung, cukup via online. Pembahasan kajian KKPR bisa dilakukan anywhere dan _anytime, serta efisien,” lanjutnya.
Bupati berharap di masa akhir jabatannya ini, Kabupaten Sragen bisa naik peringkat ketiga atau menjadi peringkat pertama pada Innovative Government Award 2024.
Menurutnya dengan munculnya inovasi akan membawa perubahan positif dengan meningkatkan kualitas pelayanan publik, efisiensi pemerintahan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Semoga inovasi Sragen kali ini bisa mendapatkan penghargaan yang lebih baik lagi dan terus meningkat. Karena, prestasi yang kita raih merupakan wujud pengakuan objektif dari sebuah lembaga yang kompeten. Namun sejatinya penghargaan yang sesungguhnya yang kita dapatkan adalah kemanfaatannya dalam kehidupan masyarakat,” tegasnya.
Atas dasar itulah, Pemkab Sragen terus berkomitmen untuk membangun iklim inovasi dan penguatan inovasi daerah. Terlebih, dengan komitmen satu OPD satu inovasi, yang juga ditetapkan dalam Perbup Nomor 87 Tahun 2021, menjadi pemantik bagi seluruh ASN di Kabupaten Sragen.
Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News






