spot_img

BERITA UNGGULAN

Cadangan Nikel Indonesia Tercatat 42,1% dari Total Cadangan Dunia

SuaraPemerintah.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki cadangan nikel yang sangat besar, mencapai 42,1% dari total cadangan nikel dunia. Menurutnya, kontribusi nikel Indonesia terhadap cadangan global dapat mencapai 45%, menjadikannya sebagai pemimpin dalam industri hijau yang tengah menjadi sorotan dunia.

Dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) REPNAS 2024, Bahlil menyatakan, “Cadangan nikel dunia di 2023 menurut data geologi Amerika kita 20% nikel dunia, tapi 4 bulan lalu data geologi Amerika mengatakan cadangan nikel kita 40-45% dunia.”

- Advertisement -

Berdasarkan informasi dari Kementerian ESDM, Indonesia saat ini menduduki posisi teratas dalam hal cadangan bijih nikel, diikuti oleh Australia dengan porsi 18,4%, Brasil 12,2%, Rusia 6,4%, dan negara-negara lainnya. Hal ini menunjukkan potensi besar Indonesia dalam industri nikel global, yang semakin penting seiring dengan meningkatnya permintaan untuk teknologi ramah lingkungan.

Di sisi lain, Bahlil juga menyinggung bahwa nilai tambah dari hilirisasi nikel yang saat ini digencarkan pemerintah juga telah berdampak pada perekonomian nasional.

- Advertisement -

Bahlil juga menyoroti dampak positif dari hilirisasi nikel terhadap perekonomian nasional. Nilai ekspor nikel Indonesia kini mencapai antara USD 30 hingga 40 miliar, meningkat drastis dari hanya USD 3,3 miliar beberapa tahun lalu saat Indonesia masih mengekspor mineral mentah.

“Misal nikel contoh kecil, tahun 2017-2018 ekspor nikel kita hanya US$ 3,3 miliar. Negara-negara lain sudah candu bahan baku atau material Indonesia. Karena sejak zaman penjajahan mereka mau kirim dari kita. Begitu kita stop ekspor nikel banyak tantangan di mana-mana tapi waktu saya di HIPMI kedaulatan negara itu spirit kita itu ada irisan,” kata dia.

“Apa yang terjadi 2017-2018 kita stop (ekspor) nikel, smelter kita belum sampai 10. Sekarang ekspor nikel kita mencapai US$ 30-40 miliar. Sudah Rp 500 triliun. Bayangkan PPh 21, royalti, multiplier effect ini kawasan industri ekonomi baru,” ujarnya.

Artikel ini kami lansir dari CNBC Indonesia yang berjudul “Pantas Jadi Incaran, Cadangan Nikel RI 45% Dunia!”

Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru