Rabu, Januari 28, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

TNI AD Bangun Fasilitas Kesehatan dan Umum Pasca Erupsi Gunung Lewotobi

Jajaran TNI Angkatan Darat (TNI AD) mengirimkan detasemen khusus untuk membantu pemulihan di wilayah terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki Laki, di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Detasemen ini fokus pada pembangunan fasilitas umum dan kesehatan, serta pemenuhan kebutuhan dasar bagi pengungsi.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, menjelaskan bahwa operasi ini bertujuan untuk melindungi dan memulihkan kondisi di tujuh desa yang terdampak erupsi, yang berada di dua kecamatan, yakni Kecamatan Wulanggitang dan Kecamatan Ile Bura. Desa-desa yang terdampak meliputi Pululera, Nawokote, Hokeng Jaya, Klatanlo, Boru, Boru Kedang, dan Dulipali.

- Advertisement -

“Fokus utama operasi ini adalah melindungi dan memulihkan keadaan di tujuh desa terdampak di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Wulanggitang dan Kecamatan Ile Bura, yang mencakup Desa Pululera, Nawokote, Hokeng Jaya, Klatanlo, Boru, Boru Kedang, dan Dulipali,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Wahyu mengungkapkan bahwa total ada 169 personel TNI AD yang diterjunkan dalam misi ini, terdiri dari Detasemen Perbekalan dan Angkutan (Denbekang) Kupang, Detasemen Kesehatan Wilayah (Denkesyah) Kupang, dan Penerangan Korem (Penremt). Saat ini, ratusan personel tersebut tengah bekerja keras membangun berbagai fasilitas di lokasi bencana.

- Advertisement -

Selain membangun infrastruktur dasar, TNI AD juga telah mendirikan 20 titik pengungsian dan lima dapur umum untuk melayani 8.431 pengungsi yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi.

“Setiap titik pengungsian dikelola oleh tim yang terlatih dan berpengalaman dalam manajemen bencana, memastikan bahwa setiap pengungsi merasa aman dan terlindungi,” kata Wahyu.

Tidak hanya fasilitas dapur umum dan pos pengungsian, TNI AD juga menyediakan fasilitas komunikasi yang memudahkan petugas saling berkoordinasi antara pos.

Dengan fasilitas komunikasi tersebut, personel di pos pengungsi dapat berkoordinasi dengan pos komando terkait kebutuhan warga.

“Hal ini memungkinkan setiap permintaan tambahan untuk segera ditangani, baik itu dalam bentuk kebutuhan medis, perbaikan infrastruktur darurat, atau pengadaan logistik tambahan,” kata Wahyu.

Tidak hanya melalukan operasi kemanusiaan, tim dari Kodam IX/Udayana dan Korem 161/Wira Sakti juga melakukan evaluasi operasi secara berkala untuk memastikan misi kemanusiaan itu berjalan dengan efektif dan tepat sasaran.

Wahyu memastikan para personel TNI AD itu akan terus berada di lokasi gunung erupsi hingga situasi dan kondisi aman dan perlahan pulih.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru