Selasa, Januari 27, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Pemerintah Mulai Tinggalkan Impor Pangan pada 2025

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan bahwa pada 2025 pemerintah akan mulai menghentikan impor pangan secara bertahap sebagai langkah untuk mewujudkan swasembada pangan nasional.

Hal ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mencapai target swasembada pangan pada 2027, lebih cepat dari rencana awal yang ditargetkan pada 2029.

- Advertisement -

Dalam rapat koordinasi pangan di Bandarlampung pada Sabtu (29/12), Zulkifli Hasan menegaskan pentingnya komitmen dan kerja keras semua pihak untuk mencapai tujuan tersebut.

“Swasembada pangan ini menjadi program prioritas utama pemerintah dari awal pencapaian target di 2029 tapi ini dimajukan ke 2027. Sehingga semua harus bekerja keras dan berkomitmen mewujudkan ini,” ujar Zulkifli Hasan saat pelaksanaan rapat koordinasi pangan di Bandarlampung, Sabtu (28/12).

- Advertisement -

Sebagai langkah awal, pada 2025, pemerintah berencana untuk mengurangi ketergantungan pada impor pangan, dimulai dengan penghentian impor beberapa komoditas utama.

“Kami memutuskan tahun depan tidak impor beras, agar petani bisa tanam padi yang banyak serta harga di pasaran bagus,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga akan menghentikan impor garam, karena produksi garam dalam negeri sudah mencukupi kebutuhan. Begitu juga dengan impor jagung pakan ternak dan gula, yang akan dihentikan untuk mendukung peningkatan produksi dalam negeri.

“Jadi sudah ada empat komoditas yang tahun depan kita tidak impor, nanti berkala akan ada komoditas lain yang akan dioptimalkan produksinya di dalam negeri sehingga menguntungkan kita. Selama ini kita impor pangan sampai 30 juta ton, hidup kita tergantung dari impor gandum, gula, beras, buah-buahan, kopi dan sekarang waktunya swasembada pangan, kemudian swasembada air, energi dan hilirisasi yang kita tuju di akhir,” ucap dia.

Zulkifli menjelaskan bahwa sektor pertanian Indonesia selama ini tertinggal karena berbagai faktor. Namun, dengan dukungan penuh dari Presiden dan kerja sama antara pemerintah pusat, provinsi, serta kabupaten/kota, ia yakin swasembada pangan dapat tercapai.

“Semua harus satu tim kompak, dan kolaboratif sebab ini waktunya membangun swasembada pangan nasional, serta meninggalkan ketergantungan impor pangan,” tambahnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru