Kawasan Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, kembali menjadi sorotan lantaran kerap dilanda kemacetan parah. Kondisi ini terjadi karena adanya pekerjaan pemasangan pipa air limbah yang dilakukan secara bertahap dan diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.
Untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mengimbau masyarakat agar beralih menggunakan transportasi umum, khususnya layanan Transjakarta.
Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, penggunaan transportasi umum dapat menjadi solusi agar perjalanan warga lebih lancar dan efisien dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi, karena dapat mengurangi kepadatan lalu lintas.
“Menghindari terjebak macet di ruas Jalan TB Simatupang, kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Transjakarta yang sudah melayani kawasan ini dengan beragam rute, baik BRT maupun non-BRT,” ujar Syafrin, Rabu (20/8).
Ia menyampaikan, petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga telah disiagakan di sejumlah titik rawan kemacetan untuk mendukung kelancaran lalu lintas selama masa pekerjaan pemasangan pipa air limbah di Jalan TB Simatupang.
Syafrin menjelaskan, petugas akan melakukan pengaturan arus kendaraan, termasuk memberikan prioritas pada jalur angkutan umum agar operasional Transjakarta tetap optimal.
“Kami pastikan personel Dishub siaga untuk membantu mengurai kepadatan dan mengarahkan pengendara. Dengan demikian, masyarakat dapat merasa lebih aman dan nyaman dalam melakukan perjalanan,” ucapnya.
Adapun layanan Transjakarta yang melewati kawasan Jalan TB Simatupang meliputi:
BRT Transjakarta
• Koridor 8 (Lebak Bulus – Pasar Baru)
Non-BRT Transjakarta
• D21 (UI – Lebak Bulus)
• D41 (Lebak Bulus – Sawangan via Tol Desari)
• 7A (Lebak Bulus – Kampung Rambutan)
• 7E (Ragunan – Kampung Rambutan)
• S21 (Ciputat – CSW)
• S22 (Ciputat – Kampung Rambutan)
• 6H (Lebak Bulus – Senen)
Royaltrans
• S12 (BSD – Fatmawati)
“Dengan bersama-sama beralih ke transportasi publik, beban lalu lintas dapat berkurang dan perjalanan masyarakat tetap terjaga kelancarannya,” tandasnya.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News


.webp)

















