Rabu, Januari 28, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Sekolah Rakyat Hadir di 34 Provinsi, Pemerintah Perkuat Akses Pendidikan Inklusif

Pemerintah terus memperkuat akses pendidikan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui peresmian 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi, pemerintah menghadirkan kesempatan belajar yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga rentan agar dapat mengenyam pendidikan bermutu tanpa terhambat keterbatasan ekonomi dan wilayah.

Peresmian Sekolah Rakyat dilakukan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto, dengan pusat kegiatan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1). Dalam kegiatan tersebut, Presiden didampingi sejumlah menteri, termasuk Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid.

- Advertisement -

Kehadiran Menteri Komunikasi dan Digital menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan Sekolah Rakyat tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga didukung konektivitas digital yang memadai. Dukungan ini menjadi bagian penting agar proses pembelajaran dapat berjalan setara di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh kementerian dan lembaga yang terlibat dalam pelaksanaan program Sekolah Rakyat. Ia menilai program ini sebagai langkah terobosan dan kebijakan berani untuk menghadirkan keadilan sosial di bidang pendidikan.

- Advertisement -

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua unsur yang telah bekerja mewujudkan langkah terobosan ini. Saya terharu melihat dampaknya bagi anak-anak kita,” ujar Presiden.

Presiden menegaskan bahwa pembangunan harus disertai pemerataan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah membuka harapan baru bagi anak-anak dari keluarga yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses pendidikan, sekaligus menyiapkan generasi Indonesia yang berdaya saing di masa depan.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf melaporkan bahwa Sekolah Rakyat telah beroperasi di 166 titik di 131 kabupaten/kota. Program ini menampung 15.954 siswa, dengan dukungan 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Komunikasi dan Digital atas dukungan jaringan dan infrastruktur digital yang menunjang kegiatan belajar mengajar.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Kemkomdigi atas kesiapan jaringan dan infrastruktur digital yang mendukung kegiatan belajar,” tuturnya.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa Kemkomdigi mendukung Sekolah Rakyat melalui penyediaan konektivitas internet, penguatan jaringan sekolah, serta pengembangan literasi dan keterampilan digital.

“Dukungan ini memastikan proses belajar mengajar dapat berjalan lancar dan setara di seluruh wilayah Indonesia,” tegas Meutya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru