BerandaPemdaDari Rumah Nyaris Roboh Milik Hartato, Pemprov Jateng Bangunkan Harapan Lewat Rehab...

Dari Rumah Nyaris Roboh Milik Hartato, Pemprov Jateng Bangunkan Harapan Lewat Rehab RTLH

Harapan Hartato, memiliki rumah layak, mulanya hanya angan. Buruh serabutan kelahiran 1979 itu tak pernah menyangka rumah warisan orang tua orang tuanya yang lapuk, akhirnya mendapat bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)-Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Rumah di Desa Tawang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang itu, selama bertahun-tahun berdiri dalam kondisi memprihatinkan. Sejumlah atap genting bocor-melorot, kayu penyangga mulai rapuh. Jika hujan disertai angin datang, rasa cemas tak pernah absen.

- Advertisement -

“Kalau hujan deras, rasanya takut. Bocor, kadang miring. Kami tinggal berlima di sini,” ungkap Hartato, ditemui di rumahnya, Selasa (24/2).

Dia tinggal bersama istri, anak, kakak, dan keponakannya. Penghasilannya sebagai pekerja serabutan tak menentu, bisa Rp 90 ribu-Rp 10 ribu per hari saat ada pekerjaan, dan bisa tidak ada sama sekali jika tengah menganggur. Dengan kondisi itu, memiliki rumah layak huni jelas hanya menjadi angan.

“Sebenarnya sudah lama ingin punya rumah yang aman. Tapi tanpa bantuan, rasanya tidak mungkin,” katanya.

Hartanto pun tak henti-hentinya berterima kasih kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, jajaran Pemprov, dan pemerintah setempat, karena telah membantu mewujudkan rumah impiannya.

“Semoga saget bermanfaat dumateng kula sekeluarga. Matur nuwun mergo saget ngujudaken impian kula (Semoga dapat bermanfaat untuk saya sekeluarga. Terima kasih karena sudah mewujudkan impian saya). Yang penting bukan luasnya, tapi kuat dan nyaman. Anak-anak bisa tidur tenang,” ujarnya.

Rumah Hartato rencananya bakal diperbaiki secara menyeluruh. Dinding permanen akan menggantikan papan lapuk, rangka atap diperkuat, lantai diplester, dan kamar mandi dibangun. Ukurannya dari 8 meter x 12 meter menjadi 7 meter 9 meter, namun kokoh dan aman.

Istrinya, Fitri (38), mengaku terharu saat mendapat kabar bantuan.

“Bahagia sekali. Ini seperti doa yang terkabul,” ujarnya.

Diungkapkan, rumah bagi mereka bukan sekadar tempat berteduh, namun ruang untuk keluarga kecil bertumbuh, termasuk anak-anak bisa belajar mengejar cita.

Tetangga mereka, Herman, menilai Hartato memang layak menerima bantuan.

“Kalau hujan bocor, bahannya sudah rapuh. Penghasilannya juga kurang mencukupi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Subito, warga sekitar, yang menyebut kondisi rumah itu sudah lama memprihatinkan.

Program RTLH Baznas Jawa Tengah pada 2026 menargetkan 750 unit rumah dengan anggaran Rp15 miliar. Pelaksanaannya melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah.

Pada 2025, sebanyak 591 unit rumah telah diperbaiki dengan anggaran Rp10,896 miliar, disertai 23 unit jambanisasi. Gubernur Ahmad Luthfi, dan jajarannya serta Baznas berkesempatan mengunjungi untuk memberikan bantuan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM