Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, memberikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, atas langkah sigap dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadan dan perayaan Imlek 2026.
Menurut Lia, kehadiran langsung gubernur di lapangan melalui inspeksi mendadak (sidak) menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang hari besar keagamaan.
“Langkah cepat dan responsif ini menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya saat momentum Ramadan dan Imlek,” ujar Lia dalam keterangannya.
Dalam pemantauan di lapangan, ditemukan adanya kenaikan harga pada komoditas telur ayam dan daging ayam. Selain itu, stok minyak goreng rakyat Minyakita terpantau menipis dalam dua pekan terakhir, kondisi yang berpotensi memicu fluktuasi harga di tingkat konsumen.
Gubernur Khofifah memastikan bahwa berkurangnya pasokan Minyakita menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Ia telah meminta penambahan distribusi agar ketersediaan kembali normal dan masyarakat tidak terbebani.
“Dalam dua pekan terakhir suplai Minyakita memang mengalami penurunan. Kami sudah meminta agar distribusinya segera ditingkatkan,” ungkap Khofifah.
Khofifah menjelaskan bahwa meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan dan Imlek merupakan faktor utama kenaikan harga. Ketika permintaan tumbuh lebih cepat dibandingkan distribusi, penyesuaian harga di pasar menjadi dinamika yang sulit dihindari.
“Ketika kebutuhan meningkat sementara suplai tidak bertambah, maka harga akan ikut terdorong naik. Karena itu, intervensi distribusi menjadi langkah yang harus segera dilakukan,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berkoordinasi dengan distributor dan pihak terkait untuk menambah pasokan, khususnya pada komoditas Minyakita, telur, dan daging ayam. Langkah ini diharapkan mampu menekan harga agar kembali stabil pada awal Ramadan.
Dalam inspeksi tersebut, harga daging sapi di Surabaya dan sejumlah wilayah Jawa Timur secara umum terpantau stabil. Beberapa bahan pokok lainnya juga relatif aman sehingga tidak menimbulkan gejolak signifikan di pasar.
Pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok akan terus dilakukan secara berkala. Pemerintah memastikan setiap lonjakan kebutuhan akan diimbangi distribusi yang memadai.
“Kunci stabilitas harga ada pada kecukupan suplai. Saat permintaan meningkat, distribusi harus diperkuat agar keseimbangan pasar tetap terjaga,” tutur Khofifah.
Apresiasi yang disampaikan Lia Istifhama menjadi bentuk dukungan moral terhadap upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Terlebih, momen Ramadan dan Imlek kerap memicu peningkatan konsumsi yang berdampak langsung terhadap harga kebutuhan pokok.
Dengan langkah antisipatif dan penguatan distribusi, pemerintah daerah optimistis harga sembako dapat terkendali sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Imlek dengan tenang tanpa kekhawatiran lonjakan harga pangan.
Cek Artikel & Berita Lainnya di Google News






