Kisah inspiratif datang dari anggota DPD RI, Lia Istifhama, yang membagikan pengalaman hidupnya saat berada di titik nol rupiah. Cerita tersebut ia sampaikan secara blak-blakan dalam podcast Parle TV pada 23 Februari 2026, bertepatan dengan momentum bulan suci Ramadan.
Dalam perbincangan yang berlangsung santai, Lia mengungkap momen ketika dirinya hanya memiliki uang Rp5.000 untuk menjamu tamu yang datang ke rumahnya.
“Jadi ada satu waktu, teman-teman mampir ke rumah. Karena saya harus menjamu mereka, sedangkan di rumah hanya nasi putih, maka saya tanya anak saya: “Laper apa tidak?”. Kemudian mereka bilang tidak. Jadi uang yang saya pegang, yaitu 5000 rupiah, maka uang tersebut saya belikan 1 mie instant dan 1 telur. Setelahnya saya masak dan saya sajikan bersama nasi putih.”
“Nah, setelah disantap, barulah anak saya tanya, apa mie goreng nya sudah matang? Inilah momen monumental dalam kehidupan saya. Saya langsung makdheg dan alhamdulillah, mereka ngerti saat saya pahamkan bahwa tadi karena mereka bilang tidak laper, jadi saya sajikan ke tamu. Dan mereka pun tidur terlelap dengan teh hangat.”
“Jadi, bisa ditebak donk, Ketika uang 5000 rupiah habis, maka uang saya dan suami asli nol. Bener-bener habis. Namun Subhanallah, besoknya ternyata kita ada makanan. Aduh keren banget hidup ini, ada saja wasilah dari Allah SWT. Yang pasti sabar dan yakin, itu sih kuncinya,” imbuh anggota DPD RI yang dikenal dengan peran CANTIK itu.
Kesabaran dan keyakinan ning Lia ternyata membuahkan hasil. Proses politik yang ‘ora umum’ telah dilaluinya dengan hasil raihan suara 2,7 juta dengan mengantatkannya sebagai senator Perempuan non petahana yang meraih suara terbanyak.
“Bagi saya, peristiwa nol rupiah maupun kekuatan 5000 rupiah untuk menjamu tamu, adalah sebuah kisah yang tidak perlu gengsi diceritakan. Ini kisah nyata yang mana saya sampaikan dengan tujuan, politik tidak harus selesai dengan isi tas, kok. Kita harus yakin, pasti ada orang-orang yang dipilih Allah SWT untuk menduduki sebuah jabatan tertentu atas kebaikan niatnya. Tujuannya tentu, untuk membantu dia sebagai pribadi yang manfaat dan maslahat.”
“Saya tidak bermaksud menunjukkan diri saya baik banget, ibarat kecap nomer satu, tapi lebih pada, bahwa Alhamdulillah, memang ada kenyataan seorang politisi yang ditakdirkan berhasil dalam sebuah kontestasi sedangkan ia pernah dicibir akibat dianggap kurang secara finansial, namun buktinya kesabaran dan keyakinan membuktikan berhasil,” akhirnya.
Kini, Lia Istifhama dikenal sebagai sosok politisi perempuan yang kerap membawa energi positif, terutama bagi perempuan dan generasi muda. Kisah “The Power of 5.000 Rupiah” menjadi simbol bahwa perjalanan menuju posisi penting tidak selalu dimulai dari kenyamanan atau kelimpahan materi.
Dari pengalaman sederhana tersebut, tersirat pesan kuat tentang integritas, kesederhanaan, dan keberanian untuk jujur terhadap perjalanan hidup sendiri. Sebuah narasi yang bukan hanya mengundang simpati, tetapi juga menghadirkan harapan bahwa setiap orang memiliki peluang untuk bangkit—sejauh apa pun titik awalnya.
Cek Artikel & Berita Lainnya di Google News


.webp)














