Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya soliditas dan sinergi antara TNI dan Polri. Hal itu menjadi penting, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan global sekaligus menjaga stabilitas keamanan nasional.
Jenderal Sigit mengatakan, momentum Ramadan menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi kedua institusi dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa.
“Harapan kami momentum ini semakin mempererat tali silaturahmi dan sinergitas kita dalam menghadapi berbagai macam persoalan dan tantangan bangsa yang membutuhkan soliditas dan kekompakan,” ungkap Jenderal Sigit, Rabu (11/3).
Mantan Kabareskrim itu turut menyoroti dinamika geopolitik global yang tidak stabil. Jenderal Sigit pun menyinggung konflik yang terjadi di Timur Tengah yang berdampak pada meningkatnya ketegangan internasional.
Ia menyebut, konflik di sejumlah negara itu telah menimbulkan korban sipil dalam jumlah besar, serta memicu eskalasi militer di kawasan tersebut. Menurut Kapolri, situasi itu dapat berdampak luas pada situasi global.
“Apapun perang tentunya menimbulkan efek yang sangat luar biasa karena menyentuh masyarakat sipil dan instalasi sipil sehingga memunculkan krisis kemanusiaan, krisis ekonomi hingga krisis sosial,” ungkapnya.
Ditambahkan Jenderal Sigit, ketegangan geopolitik tersebut juga berpotensi terhadap kondisi ekonomi global. Termasuk harga minyak dunia. Lonjakan harga minyak dunia, ujarnya, bisa berdampak pada kemampuan fiskal negara dan berpotensi memicu inflasi apabila tidak dapat dikendalikan.
Menurut Kapolri, stabilitas global dan upaya diplomasi internasional sangat penting untuk meredam konflik agar tidak semakin meluas dan memengaruhi perekonomian dunia. Di tengah dinamika global tersebut, Jenderal Sigit menegaskan pentingnya memperkuat kemandirian nasional sebagaimana ditekankan Presiden Prabowo Subianto. Kapolri menyatakan, pemerintah saat ini mendorong berbagai program strategis nasional, terutama di sektor ketahanan pangan dan ketahanan energi, agar Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri.
“Beberapa waktu yang lalu beliau terus mendorong berbagai macam program, utamanya menghadapi situasi yang ada bagaimana agar Indonesia betul-betul bisa berdiri di bawah kaki sendiri. Salah satunya adalah beliau mendorong masalah ketahanan pangan dan ketahanan energi,” ungkap Jenderal Sigit.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News


.webp)











