Gubernur Jambi, Al Haris secara resmi membuka rapat koordinasi persiapan pengamanan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi yang digelar di Swiss-Belhotel Jambi, Senin (16/3/2026) pagi.
Rapat tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Provinsi Jambi Hafiz Fattah, Kapolda Jambi, Kajati Jambi, Sekda Provinsi Jambi, para bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi, Ketua DPRD kabupaten/kota, serta kepala OPD di lingkungan Pemprov Jambi.
Dalam arahannya, Al Haris menyampaikan bahwa kondisi perekonomian Provinsi Jambi saat ini masih cukup stabil menjelang perayaan Idul Fitri. Meski inflasi mengalami kenaikan, menurutnya kondisi tersebut juga terjadi secara nasional dan daya beli masyarakat Jambi dinilai masih cukup baik.
Selain itu, Al Haris juga mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi pada tahun 2025 tercatat berada di angka 4,93 persen, yang dinilai masih menunjukkan tren positif bagi daerah.
“Kita sampaikan bahwa ekonomi Jambi tahun 2025 berada di angka 4,93 persen,” ungkapnya.
Dalam rapat tersebut, Al Haris menekankan setidaknya ada 12 poin penting yang harus menjadi perhatian seluruh pihak dalam menghadapi arus mudik dan perayaan Idul Fitri tahun ini.
Beberapa di antaranya yakni pengendalian harga dan ketersediaan bahan pokok, distribusi gas elpiji dan BBM, ketersediaan air bersih serta listrik, hingga kelancaran transportasi bagi pemudik.
Selain itu, pemerintah juga diminta memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat, kesiapan pos kesehatan, pencegahan kebakaran rumah dan permukiman, informasi terkait cuaca, pelayanan di destinasi wisata selama libur Lebaran, optimalisasi petugas di lapangan, pengangkutan sampah sebelum dan sesudah Idul Fitri, serta mitigasi potensi bencana seperti banjir dan tanah longsor.
“Mudah-mudahan tahun ini Jambi tetap aman seperti tahun lalu,” kata Al Haris.
Untuk mengantisipasi potensi bencana selama libur panjang, Al Haris meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) menyiagakan alat berat di sejumlah titik yang dinilai rawan bencana.
“Saya minta Dinas PU menempatkan alat berat di titik-titik rawan bencana agar jika terjadi longsor,” tegasnya.






