Minggu, Juni 21, 2026
Beranda Pemerintah Wamen Isyana: Lingkungan Keluarga Sehat Secara Emosional Bangun Kepercayaan Diri Anak

Wamen Isyana: Lingkungan Keluarga Sehat Secara Emosional Bangun Kepercayaan Diri Anak

312

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga) sekaligus Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menegaskan bahwa lingkungan keluarga yang sehat secara emosional memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan diri anak sejak dini.

Dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat, Isyana menyampaikan bahwa anak yang tumbuh dalam keluarga yang aman dan penuh dukungan emosional cenderung memiliki kemampuan lebih baik dalam bersosialisasi serta mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

“Anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang aman secara emosional akan lebih mampu mengembangkan rasa percaya diri, kemampuan bersosialisasi, serta ketahanan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” ujar Isyana dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Menurutnya, hubungan yang hangat antara orang tua dan anak serta komunikasi yang sehat dalam keluarga menjadi faktor utama dalam menjaga keseimbangan emosional anak. Kondisi tersebut sangat penting untuk membentuk karakter dan mental anak yang kuat.

Isyana juga menyoroti perubahan lingkungan tumbuh kembang anak di era digital yang menuntut peran orang tua semakin aktif dalam melakukan pendampingan. Arus informasi yang cepat serta interaksi sosial di ruang virtual dapat memengaruhi kondisi emosional anak jika tidak diimbangi dengan pengasuhan yang tepat.

“Arus informasi yang cepat dan interaksi sosial di ruang virtual berpotensi memengaruhi kondisi emosional anak apabila tidak diimbangi dengan perhatian dan pengasuhan yang tepat,” katanya.

Penguatan pengasuhan dalam keluarga, lanjut Isyana, juga sejalan dengan program prioritas Presiden dalam pembangunan sumber daya manusia. Program tersebut mencakup peningkatan kualitas kesehatan, pemenuhan gizi anak, serta penyediaan pendidikan yang bermutu sebagai fondasi bagi terwujudnya generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Sebelumnya, pada Kamis (5/3), Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN juga menegaskan pentingnya penguatan fungsi keluarga dan pengasuhan positif dalam penetapan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Kesehatan Jiwa Anak yang ditandatangani oleh sembilan kementerian.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji, menyatakan pihaknya berkomitmen untuk mengimplementasikan SKB tersebut sebagai upaya memperkuat peran keluarga dalam menjaga kesehatan mental anak.

“Kami siap mendukung bersama dengan kementerian/lembaga yang lain. Ada 600 ribu tim pendamping keluarga se-Indonesia yang mendampingi 74 juta keluarga yang dapat diberdayakan untuk mengatasi masalah kesehatan jiwa anak,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut akan dilakukan melalui edukasi delapan fungsi keluarga yang menjadi salah satu program utama Kemendukbangga/BKKBN.

Wihaji juga menyoroti meningkatnya kasus bunuh diri pada kelompok usia anak. Berdasarkan data Kepolisian Negara Republik Indonesia, kasus bunuh diri pada anak usia 0–15 tahun meningkat dari 604 kasus pada 2022 menjadi 1.498 kasus pada 2024.

Selain itu, hasil Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja tahun 2024 menunjukkan bahwa 62,19 persen anak yang mengalami masalah kesehatan jiwa juga mengalami kekerasan dalam kurun waktu 12 bulan terakhir.

Data tersebut menunjukkan pentingnya peran keluarga dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan suportif bagi tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun mental.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini