Presiden Prabowo Subianto menyetujui rencana pembangunan flyover di Bekasi, Jawa Barat, sebagai langkah pencegahan kecelakaan di perlintasan kereta api setelah insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Keputusan ini diumumkan Presiden saat menjenguk para korban yang dirawat di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Selasa pagi.
Prabowo menjelaskan bahwa usulan pembangunan flyover tersebut diajukan oleh pemerintah daerah Bekasi mengingat tingginya kepadatan penduduk serta kebutuhan transportasi kereta api yang semakin mendesak. Ia menegaskan telah memberi persetujuan agar proyek segera dilakukan melalui bantuan langsung dari Presiden.
“Pemerintah Daerah Bekasi telah mengajukan dibuat flyover, karena Bekasi ini juga padat ya dan keperluan kereta api itu sangat penting, sangat mendesak,” kata Prabowo dalam pernyataan pers usai menjenguk para korban yang dirawat di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Bekasi, Jawa Barat, Selasa pagi.
“Jadi saya sudah setujui segera dibangun flyover langsung oleh bantuan Presiden,” imbuhnya.
Menurut Prabowo, banyak perlintasan kereta di wilayah Bekasi yang belum dilengkapi pos penjagaan, sehingga memerlukan penanganan cepat untuk meningkatkan keselamatan masyarakat. Ia juga menyoroti persoalan serupa di tingkat nasional, termasuk sekitar 1.800 titik perlintasan kereta di Pulau Jawa yang sudah lama membutuhkan perbaikan.
“Kemudian di Jawa ada 1.800 titik yang juga lintasan seperti ini. Ini dari zaman, saya kira dari zaman Belanda ya sudah berapa puluh tahun ya, sekarang sudahlah kita selesaikan semua itu,” kata Presiden.
Presiden menyatakan telah memerintahkan percepatan penanganan seluruh perlintasan tersebut, baik melalui pembangunan pos jaga maupun flyover, dengan kebutuhan anggaran mencapai hampir Rp4 triliun. Menurutnya, investasi ini penting untuk menjaga keselamatan publik sekaligus mendukung kelancaran mobilitas kereta api yang menjadi transportasi vital bagi masyarakat.
“Kita perhitungkan sekitar hampir Rp4 triliun demi keselamatan dan demi, karena kita sangat penting, kita sangat perlu kereta api dan kita harus keluarkan itu. Sekarang saatnya, sudah berapa puluh tahun tidak dilakukan, sekarang kita lakukan,” pungkas Prabowo.
Presiden Prabowo menjenguk korban kecelakaan tabrakan kereta api yang dirawat di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, Selasa pagi. Presiden tiba di lokasi sekitar pukul 08.39 WIB.
Presiden Prabowo kemudian langsung menuju poli bedah, dilanjutkan menuju ruang perawatan Bougenville. Presiden Prabowo sempat berinteraksi dengan korban yang tengah dirawat.
Sebelumnya, terjadi kecelakaan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/04) malam.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News


.webp)












