Kepolisian Polres Metro Bekasi Kota menutup ruas Jalan Insinyur Djuanda, Bekasi Timur, pada Selasa (28/4) malam untuk mempercepat proses evakuasi korban kecelakaan dua kereta di Stasiun Bekasi Timur. Penutupan diberlakukan setelah insiden yang melibatkan Commuter Line relasi Kampung Bandan–Cikarang dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Metro Bekasi Kota, AKP Parwoto, mengatakan bahwa penutupan diterapkan sepanjang sekitar 500 meter. Rekayasa lalu lintas dimulai dari kawasan Transpark Djuanda/Taman Cut Mutia hingga Underpass Bulak Kapal.
“Untuk pengalihan arus lalu lintas dimulai dari depan Transpark Djuanda atau Taman Cut Mutia hingga ke Underpass Bulak Kapal,” kata Parwoto kepada Pojokbekasi, Selasa (28/4).
Ia menjelaskan, jalur tersebut diprioritaskan untuk akses ambulans dan kendaraan petugas gabungan yang melakukan proses evakuasi korban maupun rangkaian kereta.
“Jalan Djuanda ini digunakan untuk ambulans dan kendaraan petugas dalam proses evakuasi di lokasi kejadian,” ujarnya.
Untuk kendaraan umum, kepolisian telah menyiapkan jalur alternatif bagi pengendara yang menuju arah Cikarang maupun pusat Kota Bekasi. Arus lalu lintas dialihkan melalui Jalur Kalimalang dan Jalan Sersan Aswan.
“Seluruh kendaraan yang mengarah ke Cikarang ataupun ke Kota Bekasi bisa menggunakan jalur Kalimalang dan juga Jalan Sersan Aswan,” jelasnya.
Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk menghindari kawasan tersebut sementara waktu dan mengikuti arahan petugas di lapangan guna mengurai kemacetan. Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih terus berlangsung di Stasiun Bekasi Timur oleh Timsar Gabungan.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News


.webp)











