Penguatan koperasi, pemberdayaan UMKM, dan pengembangan ekonomi kreatif menjadi bagian dari strategi Kota Malang dalam membangun ekonomi kerakyatan yang berdaya saing. Hal itulah yang ditegaskan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat melakukan audiensi dengan Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, di Kantor Kementerian Koperasi RI, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Pada pertemuan yang berlangsung gayeng tersebut, Wahyu memaparkan berbagai langkah strategis yang tengah dijalankan Pemerintah Kota Malang dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengembangan koperasi, UMKM, dan ekonomi kreatif. Salah satu agenda yang disampaikan adalah penyelenggaraan Malang City Expo 2026 yang akan digelar pada 23–26 Juli 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-112 Kota Malang. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi etalase produk unggulan daerah, tetapi juga dirancang sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku UMKM, komunitas kreatif, akademisi, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat ekosistem ekonomi lokal.
Wahyu menjelaskan, Malang City Expo 2026 merupakan bagian dari Festival UMKM Kota Kreatif UNESCO 2026 yang menghubungkan Kota Malang sebagai bagian dari jejaring UNESCO Creative Cities Network dengan Kota Pekalongan. Mengusung tema Local Culture for a Global Future, kegiatan ini akan menghadirkan pameran produk UMKM, workshop UMKM cerdas digital, business matching dengan jaringan ritel dan distribusi nasional, serta forum penguatan akses pembiayaan bagi pelaku usaha.
Menurutnya, agenda tersebut menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah, gerakan koperasi, pelaku usaha, komunitas kreatif, dan sektor pendidikan dalam mendorong UMKM naik kelas serta memperluas akses pasar hingga tingkat nasional dan global.
Penyampaian agenda tersebut sekaligus memperkuat substansi audiensi yang membahas pengembangan koperasi dan pemberdayaan UMKM sebagai fondasi ekonomi kerakyatan. Bagi Kota Malang, koperasi dan UMKM merupakan dua pilar yang saling menguatkan dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Karena itu, berbagai program yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas usaha, tetapi juga pada penguatan kolaborasi, inovasi, dan partisipasi masyarakat agar manfaat pembangunan ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan.
Selain membahas pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif, Wali Kota Malang juga menyampaikan perkembangan pembentukan dan pengembangan Koperasi Merah Putih di Kota Malang yang saat ini terus berproses. Menurutnya, keberhasilan koperasi tidak hanya ditentukan oleh aspek kelembagaan, tetapi juga oleh tingkat pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam berkoperasi.
Saat Menteri Koperasi RI menanyakan sejauh mana literasi koperasi di Kota Malang, Wahyu menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Malang bersama Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Malang secara konsisten membangun budaya berkoperasi melalui pendekatan edukatif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
“Kami meyakini bahwa membangun koperasi yang kuat harus dimulai dari peningkatan literasi dan kesadaran masyarakat. Karena itu, Pemkot Malang bersama Dekopinda terus berkolaborasi menghadirkan berbagai program edukasi, sosialisasi, dan pendampingan agar koperasi semakin dipahami, diminati, dan mampu menjadi instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat,” beber Wahyu.
Salah satu bentuk nyata kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Jambore Koperasi yang secara rutin digelar bersama Dekopinda Kota Malang. Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda rutin dalam peringatan Hari Koperasi, tetapi juga menjadi sarana edukasi publik yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat. Beragam kegiatan dihadirkan, mulai dari bakti kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis, pameran produk UMKM, layanan konsultasi koperasi, hingga aktivitas yang melibatkan generasi muda.
Tidak hanya itu, Pemkot Malang bersama Dekopinda juga terus memperluas program sosialisasi dan literasi koperasi di lingkungan sekolah dan perguruan tinggi. Langkah tersebut dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai gotong royong, kemandirian ekonomi, dan kewirausahaan sejak dini sekaligus menumbuhkan minat generasi muda terhadap gerakan koperasi.
Bagi Kota Malang, keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam menyiapkan masa depan koperasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Terlebih, Kota Malang memiliki potensi besar sebagai kota pendidikan yang dihuni ribuan pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.
Pendekatan itu pun mendapat apresiasi dari Menteri Koperasi RI. Menurutnya, literasi dan regenerasi menjadi faktor penting dalam memastikan koperasi mampu berkembang sebagai kekuatan ekonomi rakyat yang modern dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Wahyu menegaskan, pembangunan ekonomi kerakyatan membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, gerakan koperasi, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut juga selaras dengan posisi Kota Malang sebagai bagian dari jaringan UNESCO Creative Cities Network yang menempatkan kreativitas, inovasi, dan partisipasi masyarakat sebagai modal utama pembangunan.
Ia menambahkan, koperasi memiliki peran strategis dalam menghubungkan potensi UMKM, ekonomi kreatif, komunitas, akademisi, dan generasi muda dalam satu ekosistem ekonomi yang saling mendukung. Dengan demikian, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan masyarakat yang mampu mendorong inovasi, memperluas kesempatan usaha, dan meningkatkan kesejahteraan warga.
“Koperasi adalah salah satu pilar penting ekonomi kerakyatan. Karena itu kami berkomitmen menghadirkan koperasi yang sehat, modern, dan adaptif melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan. Dengan semangat kolaborasi inilah kami ingin membangun lembaga ekonomi rakyat yang kuat, mandiri, dan mampu menjadi penggerak pembangunan daerah,” tutup Wahyu.
Melalui berbagai upaya tersebut, harapannya koperasi akan semakin berperan sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat sekaligus menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News


.webp)











