Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin mendorong penguatan kapasitas dan pembenahan sarana prasarana Pangkalan Udara (Lanud) I Gusti Ngurah Rai, Badung, Provinsi Bali, guna memperkokoh sistem pertahanan wilayah. Langkah strategis ini dinilai penting mengingat posisi Bali sebagai etalase negara sekaligus simpul vital operasi kedirgantaraan nasional,
Politisi Fraksi Partai Golkar itu pun menyoroti hasil analisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang menunjukkan urgensi pembenahan menyeluruh di pangkalan udara tersebut.
“Bali ini memiliki posisi global sebagai wajah negara, namun kelemahannya terletak pada sumber daya manusia, alutsista, serta sarana prasarana pendukung yang masih kurang,” ucapnya dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I DPR RI ke Pangkalan Udara (Lanud) I Gusti Ngurah Rai, Badung, Provinsi Bali, Jumat (26/06/2026).
Nurul mendukung reaktivasi bandara di Kabupaten Buleleng guna memecah padatnya konsentrasi penerbangan komersial di Bali Selatan. Ia juga menyoroti minimnya anggaran pemeliharaan markas komando serta fasilitas penginapan bagi tamu asing. Nurul mengingatkan tingginya indeks biaya hidup di Bali yang belum sebanding dengan besaran tunjangan prajurit.
Terkait hal itu, Politisi Fraksi Partai Golkar itu menilai beban operasional di Pulau Dewata membutuhkan dukungan finansial yang jauh lebih realistis. “Bali kan dianggap kota internasional, kota pariwisata, sehingga memang segala sesuatunya lebih mahal di angka rata-rata biaya hidup di kota-kota lain,” lanjutnya.
Lebih lanjut, ia memandang pangkalan operasi dan logistik pendukung TNI tersebut secara objektif sudah layak disejajarkan dengan lanud tipe A lainnya. Peningkatan klasifikasi ini diharapkan mampu menjawab seluruh tantangan strategis pertahanan udara nasional secara komprehensif.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






