Gubernur Provinsi Jambi, Al Haris, memberikan apresiasi tinggi kepada Polda Jambi atas penyelenggaraan Bhayangkara Presisi Job Fair dan Bazar UMKM 2026 yang menghadirkan lebih dari 1.000 peluang kerja bagi masyarakat.
Acara yang berlangsung di Lippo Mall Jambi pada 22–24 Juni 2026 itu dibuka langsung oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Afriansyah Noor.
Turut hadir Kapolda Jambi Krisno H. Siregar, Ketua DPRD Provinsi Jambi, Kajati, Danrem, serta sejumlah kepala daerah di Provinsi Jambi.
Gubernur Al Haris menegaskan bahwa persoalan pengangguran dan kemiskinan merupakan tantangan besar yang harus diselesaikan secara bersama-sama karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.
“Masalah pengangguran dan kemiskinan harus terus kita selesaikan bersama. Karena ini berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat,” ujar Gubernur Al Haris.
Menurutnya, tingginya angka pengangguran tidak hanya berdampak pada kondisi ekonomi masyarakat, tetapi juga berpotensi memengaruhi situasi keamanan dan ketertiban. Kesulitan memperoleh pekerjaan dan penghasilan dapat memicu meningkatnya angka kriminalitas di tengah masyarakat.
“Kalau banyak orang menganggur dan lapar, tentu situasi kamtibmas bisa terganggu. Karena itu saya melihat langkah Pak Kapolda menggelar job fair ini sangat luar biasa. Ini mencari solusi dari akar masalah,” kata Gubernur Al Haris.
Gubernur Al Haris menilai Bhayangkara Presisi Job Fair menjadi salah satu solusi nyata dalam membuka akses lapangan pekerjaan bagi masyarakat Jambi. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak warga yang memperoleh kesempatan bekerja dan meningkatkan taraf hidupnya.
“Kami menyambut baik kegiatan ini. Terima kasih kepada Pak Kapolda dan Pak Wamen Ketenagakerjaan yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat Jambi. Semoga semakin banyak peluang kerja yang tercipta dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat,” harap Gubernur Al Haris penuh optimis.
Sementara itu, Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar menegaskan bahwa pelaksanaan job fair tersebut merupakan bentuk sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membantu masyarakat mendapatkan akses pekerjaan.
Menurutnya, persoalan ketenagakerjaan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor agar peluang kerja semakin terbuka dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.
“Banyak stakeholder yang terlibat, bukan hanya pemerintah daerah. Tujuannya adalah untuk mengentaskan kemiskinan. Kita tahu situasi ekonomi saat ini seperti apa, dan semua itu tentu berdampak terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Kapolda Jambi.






