Pemerintah Provinsi Papua menggelar konsultasi publik sebagai bagian dari penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) pembangunan Sekolah Rakyat di Kampung Maribu, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura.
Penjabat Sekretaris Daerah Papua, Christian Sohilait, mengatakan konsultasi publik menjadi tahapan penting untuk memastikan pembangunan sekolah berjalan sesuai ketentuan serta memperhatikan kondisi lingkungan dan masyarakat setempat.
“Pembangunan Sekolah Rakyat harus memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperhatikan aspek lingkungan secara berkelanjutan,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan salah satu program yang mendukung perluasan akses pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Papua.
Karena itu, pemerintah membuka ruang partisipasi masyarakat agar berbagai masukan dapat menjadi bagian dari proses penyusunan dokumen AMDAL.
“Melalui forum ini, masyarakat dapat menyampaikan pandangan dan masukan yang akan menjadi bahan pertimbangan dalam proses perencanaan,” katanya.
Ia menambahkan, kajian AMDAL tidak hanya mencakup aspek lingkungan, tetapi juga dampak sosial, ekonomi, dan budaya yang mungkin timbul dari pembangunan sekolah tersebut.
Pemerintah Provinsi Papua memastikan seluruh masukan yang disampaikan dalam konsultasi publik akan menjadi bagian dari proses penyempurnaan dokumen AMDAL sebelum pembangunan dilaksanakan.
Keberadaan Sekolah Rakyat di Maribu diharapkan dapat mendukung pemerataan akses pendidikan sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia Papua.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News


.webp)











