Momen haru dan penuh inspirasi mewarnai acara Tasyakuran dan Pelepasan Siswa Kelas VI SD Taqwimul Ummah (Taquma) Surabaya, Senin (8/6/2026). Salah satu alumni yang kembali hadir ke almamaternya setelah 30 tahun adalah Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama.
Kehadiran Senator yang akrab disapa Ning Lia tersebut menjadi perhatian para siswa, guru, dan wali murid. Dalam kesempatan itu, Lia tidak hanya bernostalgia dengan sekolah tempat ia menimba ilmu dasar, tetapi juga memberikan motivasi kepada para lulusan agar terus berprestasi dan berani bermimpi besar.
“Apakah adik-adik mengenal saya? Saya lulus dari SD Taquma tahun 1996. Taquma adalah tempat awal saya belajar membaca, menulis, dan berinteraksi dengan lingkungan,” ujar Lia disambut antusias para siswa dan wali murid.
Dalam sambutannya, Lia mengenang perjalanan panjang SD Taquma yang menurutnya telah melahirkan banyak tokoh yang berkontribusi bagi bangsa dan negara.
Ia menceritakan bagaimana kondisi sekolah saat dirinya masih menjadi siswa, hingga kini berkembang menjadi lembaga pendidikan yang semakin maju dan dipercaya masyarakat.
Menurut Lia, keberhasilan seseorang tidak ditentukan oleh seberapa besar sekolahnya, melainkan oleh kemauan untuk terus belajar, berusaha, dan menjaga nilai-nilai yang telah diajarkan sejak dini.
“Dulu lokasi sekolah ini masih terbagi di tiga titik. Sekarang sudah menjadi satu dan semakin berkembang. Banyak tokoh hebat lahir dari SD Taquma, termasuk Ibu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang merupakan lulusan 1978,” ungkapnya.
Di hadapan para lulusan, Lia menegaskan bahwa mereka merupakan generasi penerus bangsa yang memiliki peluang besar untuk menjadi pemimpin di masa depan.
Ia mengajak para siswa untuk terus menuntut ilmu, menjaga semangat belajar, serta membangun karakter yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.
“Semoga anak-anak yang lulus hari ini menjadi anak-anak hebat, gemilang, dan sukses di jenjang pendidikan berikutnya. Kalian adalah calon pemimpin masa depan bangsa,” sambungnya.
Selain menekankan pentingnya prestasi akademik, Lia juga mengingatkan bahwa keberhasilan harus diiringi dengan akhlak yang baik dan kepedulian terhadap sesama.
Dalam kesempatan tersebut, Lia secara khusus mengajak para siswa untuk selalu menghormati dan mendoakan guru-guru yang telah mendidik mereka selama enam tahun terakhir.
Menurutnya, guru memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anak Indonesia.
“Kami minta anak-anak terus mengirimkan doa Al-Fatihah untuk para guru. Jangan pernah melupakan jasa guru kalian. Tidak ada kebahagiaan yang lebih besar bagi orang tua selain melihat anak-anaknya berhasil di masa depan,” imbaunya.
Lia juga memberikan apresiasi atas berbagai capaian akademik yang diraih siswa SD Taquma, termasuk prestasi nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang berhasil mencapai nilai sempurna.
Ia berharap prestasi tersebut dapat terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.
Lebih jauh, Senator asal Jawa Timur itu mengajak para lulusan untuk menjadikan nilai-nilai Islam sebagai fondasi dalam menjalani kehidupan.
Menurutnya, kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari pencapaian akademik, tetapi juga dari manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.
“Tunjukkan bahwa kalian adalah generasi terbaik dengan mengamalkan prinsip khairunnas anfa’uhum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama, bangsa, dan negara,” tegas Lia.
Kehadiran Lia Istifhama di almamaternya menjadi simbol bahwa pendidikan dasar memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan perjalanan hidup seseorang. Setelah tiga dekade meninggalkan bangku SD Taquma, Lia kembali untuk menginspirasi generasi penerus agar berani bermimpi, berprestasi, dan kelak memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News


.webp)











