Dinas Kebudayaan DIY bergerak cepat merespons informasi terkait latar belakang orang tua salah satu penerima Apresiasi Prestasi Seni dan Budaya Anak DIY Tahun 2026, Selasa (14/07) lalu. Instansi kebudayaan ini memastikan akan mengambil langkah taktis untuk meredam polemik di masyarakat.
Sebelumnya, melalui unggahan media sosial akun @humasjogja, di dalam kolom komentar terdapat respon negatif dari netizen atas keputusan Pemda DIY memberikan anugerah seni kepada salah satu anak yang diduga orang tuanya memiliki masalah hukum. Mereka menumpahkan keresahan terkait dugaan penggelapan dana seragam sekolah yang diduga dilakukan oleh salah satu orang tua dari anak penerima penghargaan seni tersebut.
Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, menegaskan bahwa pihaknya saat ini tengah menyusun langkah mediasi. Disbud DIY dijadwalkan bakal memanggil seluruh pihak yang berkaitan dengan persoalan ini demi mendapatkan kejelasan yang berimbang.
“Kami langsung menindaklanjuti dinamika ini. Dalam waktu dekat, kami akan memanggil pihak-pihak terkait untuk membahas permasalahan tersebut secara mendalam. Kami mengundang dewan juri dan orang tua dari anak yang bersangkutan terkaitan persoalan yang sedang ramai dibicarakan,” ujar Dian pada Rabu (15/07).
Dian menjelaskan, proses kurasi dan penilaian dalam ajang penghargaan tersebut sebenarnya sudah berjalan sesuai prosedur baku yang sangat ketat. Mengenai terpilihnya anak tersebut, Dian menjamin keputusan dewan juri diambil secara independen tanpa melihat faktor eksternal di luar karya, murni berdasarkan pertimbangan prestasi yang diraih anak-anak yang diusulkan.
“Dalam hal penilaian, kami perlu luruskan bahwa dewan juri menilai murni dari prestasi, bakat, dan dedikasi seni sang anak. Sama sekali tidak ada klausul pertimbangan di luar prestasi anak dalam lembar penilaian juri, termasuk urusan latar belakang atau rekam jejak orang tua,” jelas Dian memaparkan sistem penjurian.
Kendati demikian, Disbud DIY menyadari betul adanya beban moral yang besar, terutama dalam menjaga kondisi psikologis anak-anak penerima penghargaan lainnya. Dian mengaku sangat menyayangkan jika persoalan yang melibatkan orang dewasa justru mencederai ruang tumbuh generasi muda pegiat seni di Jogja.
“Namun demikian, kami juga tidak ingin hal tersebut menjadi pembelajaran yang buruk bagi semangat anak-anak kita untuk lebih berprestasi dalam bidang kebudayaan. Hak anak untuk berkembang dan diapresiasi kerja kerasnya harus tetap kita lindungi dari polemik orang tua,” imbuhnya.
Meskipun berupaya melindungi hak anak, Disbud DIY tetap menaruh perhatian serius pada marwah dan integritas kebudayaan di DIY yang belakangan ini sedang menjadi sorotan publik. Oleh karena itu, ketegasan sikap institusi tetap akan diberlakukan secara adil.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






