Harga gabah di tingkat petani yang terjaga merupakan salah satu indikator positif bagi keberlanjutan produksi pangan nasional. Di tengah dinamika harga beras, pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan antara peningkatan kesejahteraan petani sebagai produsen dan keterjangkauan harga bagi masyarakat sebagai konsumen.
Saat ini, rata-rata harga Gabah Kering Panen (GKP) berada di kisaran Rp 7.000 per kilogram (kg), lebih tinggi dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kg. Kondisi tersebut dinilai menjadi insentif penting agar petani tetap bersemangat meningkatkan produksi menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.
Kedudukan harga petani dalam negeri perlu terus dibuat senyaman mungkin. Sementara di hilir, pemerintah akan terus menstabilkan harga beras dengan pelbagai strategi.
“Harga beras itu kan identik dengan harga GKP. Nah rata-rata GKP kita sekarang ini, kalau dirata-ratakan sekitar Rp 7.000. Kalau GKP lebih dari Rp 6.500, tentu bisa saja sedikit melampaui dari HET (Harga Eceran Tertinggi). Tapi pemerintah akan terus jaga kewajaran harga di konsumen,” kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa di Jakarta dikutip Rabu (15/7/2026).
“Tentu ada sisi positif. Sisi positifnya apa? petani kita lagi bahagia. Nah kalau kita ingin menjadi negara produsen beras, ingin swasembada, tentu ini sisi positif. Kenapa? karena harganya nyaman bagi petani kita, nyaman bagi petani kita untuk berproduksi,” kata Ketut lagi.
Terkait itu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan indeks harga yang diterima petani padi hingga Juni 2026 semakin bertumbuh pesat mencapai 149,65. Indeks tersebut merupakan yang paling tinggi sejak tahun 2019 atau dalam 7 tahun terakhir.
Dilihat secara rerata tahunan, indeks harga yang diterima petani padi pada 2025 berada di 141,31 atau meningkat pesat 36,32 poin dibandingkan rerata pada tahun 2021 yang masih di 104,99. Secara berurutan rerata tahunan indeks harga yang diterima petani padi tercatat terus bertumbuh, antara lain tahun 2022 dengan 110,42, tahun 2023 dengan 127,26, dan tahun 2024 dengan 135,99.
Adapun selama tahun 2025, pemerintah memastikan harga gabah tingkat petani tidak jatuh di bawah HPP Rp 6.500 per kg. Sebagai bukti sahih harga gabah petani yang terjaga, data BPS menunjukkan rerata harga pembelian gabah sepanjang tahun 2025 tidak pernah di bawah Rp 6.500 per kg. BPS mencatat harga paling rendah terjadi di April 2025 dengan rerata Rp 6.712 per kg.
Sementara, status kesejahteraan petani Indonesia dalam data BPS, salah satunya dapat dilihat dari indeks Nilai Tukar Petani (NTP) secara nasional pada Juni 2026 yang berada di 127,65. Sementara untuk indeks NTP Subsektor Tanaman Pangan (NTPP) mencatatkan rekor tertinggi sejak Maret 2024. Per Juni 2026, NTPP telah tercapai 114,65.
“Nah lalu tingkat konsumen bagaimana? Makanya ada bantuan pangan bagi 33,24 juta keluarga. Kalau 1 keluarga ada 3 orang saja, kali 3, kan sekitar 90 juta sekian orang sudah kita bantu dengan bantuan pangan. Ini meringankan masyarakat kita yang membutuhkan,” beber Deputi Bapanas Ketut.
Adapun intervensi beras yang telah dilaksanakan pemerintah sampai Juli ini, total telah mencapai 1,35 juta ton. Realisasi tersebut terdiri dari bantuan pangan alokasi Februari dan Maret 664,88 ribu ton. Kemudian 221,05 ribu ton dari realisasi program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras di Januari dan Maret dan 465,05 ribu ton realisasi SPHP beras sejak Maret sampai Juli.
“Tentu juga ada SPHP. SPHP beras yang digelontorkan oleh pemerintah. Ini juga sangat mendukung. Nah oleh karena itu, Â sisi hulu nyaman berproduksi, sisi hilir dibantu dengan bantuan pangan dan SPHP. Ada lagi Gerakan Pangan Murah dan lain sebagainya,” tutup Ketut.
Dalam pantauan harga dari Bapanas, rerata harga beras medium masih dalam koridor HET beras medium yang terbagi ke dalam 3 zonasi. Per 14 Juli, rerata harga beras medium di Zona I (Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi) berada di Rp 13.161 per kg dengan HET beras medium Zona I adalah Rp 13.500 per kg.
Untuk Zona II (Sumatera selain Lampung dan Sumsel, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan), rerata harga di Rp 13.758 per kg dengan HET Rp 14.000 per kg. Kondisi yang masih sesuai koridor HET juga terjadi di Zona III (Maluku, Papua), rerata harga beras medium tercatat di Rp 15.316 per kg dengan HET Rp 15.500 per kg.
Dalam berbagai kesempatan, Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman yang juga Menteri Pertanian (Mentan) mengungkapkan harapannya agar para petani dapat saling berlomba-lomba saking nyaman berproduksi. Apabila kesejahteraan petani pangan di suatu negara terjaga, maka sudah pasti kebutuhan konsumsi rakyat dapat terpenuhi.
“Sekarang kita kejar pendekatannya adalah kesejahteraan. Nah sekarang kita dorong lagi untuk pangan. Kalau petani sejahtera pasti mereka berlomba-lomba tanam dan itu menguntungkan. Sekarang pertanian modern dipercepat, insya Allah petani sejahtera,” kata Amran.
Amran turut pula membagikan optimisme bahwa Indonesia akan terus mencapai swasembada berkelanjutan. Apalagi The Food and Agriculture Organization (FAO) atau Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia mengungkap prediksi produksi beras Indonesia yang dapat mencapai 38 juta ton.
“Sekarang beras produksi kita sesuai FAO 2026 diprediksi 38 juta ton beras. Ini luar biasa. Tahun ini diprediksi FAO, sudah keluar, sudah dirilis, artinya insya Allah swasembada berkelanjutan,” ucap Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman.
Menyadur dari dokumen Food Outlook edisi Juni 2026, FAO kembali menempatkan Indonesia sebagai negara produsen beras tertinggi di Asia Tenggara dan juga menjadi tertinggi keempat dunia setelah India, Tiongkok, dan Bangladesh. Akan tetapi dari 4 besar dunia tersebut, hanya Tiongkok dan Indonesia yang diproyeksikan akan mengalami perkembangan produksi beras yang positif.
Lebih lanjut, FAO mengemukakan harga produsen yang stabil di beberapa negara berhasil mendorong keinginan petani untuk lebih memilih menanam padi dibandingkan tanaman lain. FAO menyebut hal tersebut terjadi di Indonesia, Korea Selatan, Pakistan, dan Filipina.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






