BerandaParlemenKomisi XI DPR Dorong Penguatan Desa Devisa, UMKM Indonesia Dibidik Tembus Pasar...

Komisi XI DPR Dorong Penguatan Desa Devisa, UMKM Indonesia Dibidik Tembus Pasar Ekspor

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi Amro mendorong penguatan program Desa Devisa sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di pasar internasional. Dukungan ini hadir lantaran keberhasilan program ini menunjukkan bahwa pembiayaan, pendampingan, dan akses pasar yang berkelanjutan mampu membawa produk lokal menembus pasar ekspor sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat memimpin agenda Kunjungan Kerja Reses Komisi XI DPR RI di Kabupaten Badung, Bali, Kamis (23/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, Komisi XI DPR RI berdialog langsung dengan para pelaku UMKM binaan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) yang tergabung dalam program Desa Devisa.

- Advertisement -

Para pelaku UMKM yang hadir mewakili berbagai sektor unggulan Bali, di antaranya Direktur CV Widhi Asih Bali Export Dewa Adi Putra, Direktur CV Natural Bali Kulkul Ni Putu Ayu Wilasmini, Owner CV Bali Ayu Shop Wayan Putri Antari, Owner UD Wood & Soul Suharto Bambang Wijonarko, Owner PT Mitra Bali Fair Trade Hani Wardani Duarsa, Direktur CV Casa Annie Komang Meilia In Diana Putri, lokal hero Desa Devisa Kakao Jembrana Agung Widi, serta lokal hero Desa Devisa Hortikultura Bali I Gede Sucahya.

Dalam dialog tersebut, para pelaku UMKM menyampaikan bahwa pendampingan LPEI melalui program Desa Devisa telah membantu meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pembiayaan, hingga membuka peluang ekspor ke berbagai negara. Mereka juga berharap dukungan pemerintah terus diperkuat, terutama untuk pembiayaan sarana pengolahan agar hilirisasi produk dapat berkembang di daerah.

“Program Desa Devisa ini harus terus diperkuat karena terbukti mampu membawa produk-produk UMKM menembus pasar global. Yang terpenting, manfaatnya juga dirasakan masyarakat melalui terbukanya lapangan kerja dan meningkatnya kesejahteraan pelaku usaha,” ujar Fauzi.

Dirinya pun juga mengapresiasi berbagai capaian UMKM binaan Desa Devisa, di antaranya produk garam dari Gianyar yang telah dipasarkan ke lima negara serta komoditas kakao Jembrana yang berhasil menembus pasar internasional dan meraih penghargaan di Amsterdam. Menurutnya, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa pembinaan yang tepat mampu meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Selain memperkuat pembiayaan, Komisi XI juga mendorong agar program Desa Devisa diperluas hingga wilayah Indonesia Timur sehingga lebih banyak UMKM memperoleh kesempatan untuk menjadi eksportir. Sinergi antara LPEI, pemerintah daerah, dan para pelaku usaha dinilai menjadi kunci dalam membangun ekosistem ekspor yang berkelanjutan.

Melalui fungsi pengawasan, Komisi XI berkomitmen mengawal berbagai aspirasi pelaku UMKM hasil kunjungan kerja tersebut agar ditindaklanjuti bersama mitra kerja, sehingga program Desa Devisa semakin mampu mendorong UMKM naik kelas, memperluas pasar ekspor, dan memperkuat perekonomian daerah.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM