BPOM menyelenggarakan Kajian Islam dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan mengusung tema “Memaknai Kemerdekaan melalui Keteladanan Rasulullah SAW: Membangun Aparatur yang Amanah, Berintegritas, dan Mengabdi untuk Indonesia yang Berdaulat”. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid di Auditorium Gedung Merah Putih BPOM dan melalui Zoom Meeting, Senin (24/8/2026).
Kajian Islam tersebut menjadi momentum bagi keluarga besar BPOM untuk memaknai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus merefleksikan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam pelaksanaan tugas sebagai aparatur sipil negara (ASN). Kegiatan dihadiri oleh pimpinan tinggi madya, pimpinan tinggi pratama, pejabat fungsional ahli utama, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPOM, Kepala unit pelaksana teknis (UPT) BPOM di seluruh Indonesia, serta seluruh pegawai di lingkungan BPOM yang mengikuti kegiatan secara luring maupun daring. Kajian menghadirkan Ustaz KH. Itang Rusmana sebagai penceramah.
Dalam sambutannya, Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan duka cita dan keprihatinan mendalam atas musibah gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) serta kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatra. Ia mendoakan agar masyarakat yang terdampak senantiasa mendapatkan perlindungan, keluarga yang kehilangan diberikan ketabahan, serta seluruh upaya penanganan dan pemulihan dapat berjalan dengan baik.
Taruna Ikrar juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Ustaz KH. Itang Rusmana yang berkenan memberikan siraman rohani kepada keluarga besar BPOM melalui kajian dengan tema “Memaknai Kemerdekaan melalui Keteladanan Rasulullah SAW”. “Momentum kajian ini dapat menjadi ruang untuk memperkuat pemaknaan terhadap kemerdekaan sekaligus mengambil keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan dan pelaksanaan tugas sehari-hari,” tutur Taruna.
Kepala BPOM menekankan bahwa kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu bangsa bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan menjadi awal dari tanggung jawab untuk mengisinya dengan karya, pengabdian, dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Kemerdekaan juga merupakan nikmat dan karunia dari Allah SWT yang patut disyukuri. Bagi ASN, bentuk syukur tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan amanah dengan jujur dan bertanggung jawab, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Nilai tersebut menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas pemerintahan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Oleh karena itu, setiap insan ASN memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi melalui pelaksanaan tugas dan pengabdian yang dilakukan secara sungguh-sungguh,” lanjutnya.
Melalui momentum kelahiran Nabi Muhammad SAW, seluruh jajaran BPOM kembali diingatkan untuk meneladani akhlak dan kepemimpinan Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam kehidupan. Sebagaimana ditegaskan di dalam Q.S. Al-Ahzab ayat 21, Rasulullah SAW merupakan uswatun hasanah (suri teladan yang baik) dalam berbagai aspek kehidupan, baik sebagai individu, bagian dari keluarga dan masyarakat, maupun sebagai pemimpin umat dan negara.
Sebagai pemimpin dan teladan umat, Rasulullah SAW memiliki sifat-sifat mulia yang dinilai sangat sesuai dengan karakter yang perlu dimiliki ASN. Sifat shiddiq yang mencerminkan kejujuran, amanah yang berarti dapat dipercaya, tabligh yang bermakna menyampaikan kebenaran, serta fathanah yang mencerminkan kecerdasan dan kebijaksanaan. Keempat sifat tersebut juga sejalan dengan core values ASN BerAKHLAK dan dapat diwujudkan dalam aktivitas sehari-hari ASN BPOM, melalui perilaku yang jujur, bertanggung jawab, kompeten, mampu bekerja sama, serta memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.
“Mari jadikan keteladanan Rasulullah SAW sebagai inspirasi untuk menghadirkan ASN yang amanah dalam kewenangan, berintegritas dalam tindakan, kompeten dalam bekerja, dan tulus dalam mengabdi,” pesan Taruna Ikrar kepada segenap jajaran BPOM yang hadir dalam kesempatan tersebut.
Sementara, Ustaz Itang Rusmana menyampaikan mengenai pentingnya nilai pengabdian dalam menjalankan tugas dan pekerjaan. Menurutnya, pengabdian yang dilakukan dengan tulus tidak hanya menjadi bagian dari tanggung jawab dalam bekerja, tetapi juga memiliki nilai spiritual bagi setiap individu. “Pengabdian ini menjadi salah satu nilai yang melatarbelakangi kerja dan kinerja kita, dan ini secara spiritual akan menjadi pahala untuk kita semua,” ujarnya.
Melalui materi yang disampaikan dalam kegiatan Kajian Islam kali ini, Kepala BPOM berharap agar segenap jajaran BPOM dapat semakin memahami pentingnya keteladanan Rasulullah SAW dan mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Semangat untuk menjadi ASN yang amanah, berintegritas, kompeten, dan tulus dalam mengabdi menjadi bagian dari upaya bersama untuk memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik kepada masyarakat.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






