BerandaPemdaDispar Kaltim Laksanakan Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Miang

Dispar Kaltim Laksanakan Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Miang

Sebagai upaya pelestarian terumbu karang untuk generasi masa depan, Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melaksanakan kegiatan Transplantasi Terumbu Karang di kawasan rehabilitasi terumbu karang Pokdarwis Pulau Miang Kabupaten Kutai Timur, pada hari Minggu (16/8)

“Atas kolaborasi Dispar Kaltim, Yekhalis Scuba School, Pokdarwis, Media Kaltim dengan pembiayaan swadaya kami laksanakan tranplantasi karang ini, sebagai upaya edukasi kepada pokdarwis dan masyarakat serta pelestarian untuk generasi masa depan,” kata Kepala Dispar Kaltim Muhammad Faisal menjelaskan.

- Advertisement -

Menggunakan media dengan modul mars spider atau reefstar sebanyak lima buah serta 75 fragmen karang kegiatan ini kami laksanakan pagi tadi.

“Tidak banyak memang hanya lima modul mars spider kemudian diletakan 75 fragmen karang yang sengaja kami pasang bersama-sama di dermaga sebagai edukasi kepada masyarakat,” lanjut Faisal.

Selanjutnya modul tersebut diletakan secara simbolis oleh masing-masing perwakilan ke dasar laut di kawasan rehabilitasi terumbu karang Pokdarwis pulau Miang.

“Secara simbolis selanjutnya modul tersebut diletakan di kawasan rehabilitasi oleh perwakilan Dispar oleh Muhammad Faisal, Yekhalis oleh Auliansyah, Pokdarwis oleh Aldi, Akademisi Unmul oleh Muchlis dan perwakilan media oleh Suriyatman,” ungkap Kepala Dispar Kaltim kepada awak media yang ikut hadir menyaksikan.

Prosesi selanjutnya adalah pemasangan Prasasti oleh Kepala Dinas Pariwisata Kaltim sebagai penanda yang melaksanakan kegiatan ini,

“Sebagai penanda kami juga memasang prasasti di akhir kegiatan, sehingga memudahkan kami untuk melakukan control dan evaluasi kegiatan ini di waktu yang akan datang,” katanya.

Seperti yang kita ketahui, pertumbuhan karang cabang hasil dari transplantasi ini membutuhkan waktu 3-5 tahun untuk menjadi terumbu mini yang fungsional. Sedangkan pertumbuhan menjadi ekosistem yang bener-benar alami membutuhkan waktu 10 tahun lebih.

“Kami menggunakan metode MARRS atau Mars Accelerated Coral Reef Restoration System dengan karang Genus Acropora dan Pocillopora dengan medianya modul reefstar,” kata Auliansyah dari Yekhalis menerangkan.

Sehingga kita sangat mengharapkan seksli perhatian para wisatawan untuk menjaga terumbu kaeang ini, karena pertumbuhsnnya yang sangat lambat.

“Tentu mari sama-sama kita terus mengedukasi para wisatawan dan masyarakat sekitar untuk menjaga Lestari terumbu karang ini,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM