Pemkab Sumedang merancang enam indikator makro ekonomi dan pembangunan dengan capaian yang tinggi pada tahun 2027. Semenjak tahun 2024, 2025 dan 2026, seluruh indikator makro ekonomi dan pembangunan Sumedang terealisasi dengan baik meski dengaan angka selisih pencapaian dari tahun ke tahun bervariasi.
Seperti, pengangguran dan kemiskinan terealisasi cukup siginifikan. Indek Pembangunan Manusia (IPM) tercapai dengan target yang fluktuatif mulai berlangsungnya pandemi sampai dengan 2026 ini. Namun, indeks gini ratio terealiasasi dengan poin yang kurang baik mesi tidak mencapai angka terburuk.
Menanggapi pemaparan atas indikator makro pembangunan Kabupaten Sumedang yang dipaparkan Sekda Tuti Ruswati kepadda DPRD Sumedang akhir Juli 2026, Wakil Ketua DPRD Sumedang Atang Setiawan mengatakan, target indikator makro yang harus dicapai tahun 2027 begitu besar. “Hal ini beberapa kali juga menjadi topik pembahasan kuat dalam rapat kerja Tim Anggaran Pemerintah Daerah bersama DPRD sejak tahun anggaran 2026 baru akan dimulai,” kata Atang.
Indikator pertama yaitu IPM harus berada pada angka 75,98 poin di tahun 2027 dan 77,08 poin di akhri masa RPJMD yaitu tahun2029. Tingkat Kemiskinan harus berada pada angka 7,41 persen pada tahun 2027 dan angka 6,76 pada tahun 2029. Adapun Tingkat Pengangguran Terbuka harus berada pada angka 6,49 persen dan 6,09 di akhir RPJMD.
Laju Pertumbuhan Ekonomi harus mencapai 6,34 poin dan terus menguat paddaakhir RPJMD yaaitu 6,45 poin. Selanjutnyaa gini ratio harus mencapai 0,334 persen daan sebanyak 0,331 persen di tahun 2029 serta PDRB harus mencapai Rp46,67 juta dan menguat sebesar Rp52,16 juta di tahun 2029.
Sementara, enam indikator tersebut pada tahun 2026 terealisasi masing masing yaitu 75,97 poin, 8,81 persen, dan 6,08 persen. Tiga indikator lainnya terealisasi di tahun 2025 sebesar 5,20 poin,, 0,377 persen, dan PDRB sebesar Rp42,654 juta. “Poin atau angka yang harus dikejar cukup tinggi dan seterusnya sampai nanti akhir RPJMD targetnya semakin tinggi sehingga akselerasi dan prioritas kinerja pemabngunan harus terlaksana,” kata Atang.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






