Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menerima penghargaan sebagai Politisi Idola Gen Z dalam ajang Radar Surabaya Award 2026 yang digelar di Hotel Vasa Surabaya, Kamis (30/7/2026). Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi atas kiprahnya yang dinilai mampu membangun kedekatan dengan generasi muda melalui berbagai aktivitas pendidikan, komunikasi publik, dan pemberdayaan kepemudaan.
Senator yang akrab disapa Ning Lia itu dikenal aktif berdialog dengan berbagai organisasi mahasiswa dan komunitas kepemudaan di Jawa Timur. Menurutnya, generasi muda merupakan mitra strategis dalam pembangunan bangsa yang perlu diberikan ruang untuk menyampaikan gagasan dan berpartisipasi dalam proses pembangunan.
“Anak muda butuh dirangkul dan didengar, bukan sekadar digurui. Energi kritis Gen Z adalah bahan bakar terbaik untuk perubahan,” ujar Lia.
Selain menjalankan tugas sebagai anggota DPD RI, Lia juga aktif mengunjungi berbagai kampus, organisasi kemahasiswaan, dan komunitas kepemudaan untuk berdiskusi mengenai isu-isu kebangsaan, pendidikan, kepemimpinan, hingga pemberdayaan generasi muda.
Sejumlah organisasi yang pernah menjadi ruang dialog bersama Lia antara lain HMI, PMII, GMNI, IPPNU, KOPRI, serta berbagai komunitas masyarakat lainnya.
Menurut Lia, pendekatan yang terbuka dan partisipatif menjadi salah satu cara membangun komunikasi yang lebih dekat dengan generasi muda sekaligus mendorong mereka terlibat dalam pembangunan.
Lia Istifhama memiliki latar belakang akademik di bidang sosiologi, ekonomi Islam, hingga meraih gelar doktor. Selain aktif di dunia pendidikan, ia juga dikenal sebagai penulis, pembicara, dan komunikator publik yang kerap menyampaikan berbagai gagasan mengenai pembangunan sumber daya manusia, pendidikan, serta penguatan karakter generasi muda.
Di DPD RI, Lia terus mendorong berbagai isu yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia, pendidikan, lingkungan hidup, ketahanan pangan, dan pemberdayaan masyarakat.
Direktur Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI), Nanang Haromain, menilai munculnya nama Lia Istifhama sebagai salah satu figur politik yang mendapat perhatian generasi muda merupakan fenomena yang menarik.
Berdasarkan hasil survei ARCI mengenai persepsi pemilih pemula di Jawa Timur, Lia disebut memiliki tingkat preferensi yang cukup tinggi meskipun tidak menjabat sebagai kepala daerah.
“Nah, ini menarik. Di tengah survei yang dilakukan oleh ARCI kemarin dalam memandang anak muda Jawa Timur untuk membaca persepsi politik di Jawa Timur, Lia ini muncul sejajar dengan tokoh-tokoh politik yang sudah lama beredar,” ujar Nanang.
Menurutnya, tingkat penerimaan tersebut didukung oleh rekam jejak Lia sebagai aktivis, akademisi, dan komunikator publik yang telah dibangun dalam waktu yang panjang.
Nanang juga menilai kemampuan Lia memanfaatkan media digital menjadi salah satu faktor yang memperkuat kedekatannya dengan generasi muda.
“Ning Lia juga menguasai ruang digital, yang hari ini kalau bicara politik digital, siapa yang menguasai ruang ini akan lebih berpeluang untuk masuk di persepsi publik dari sisi positifnya politik,” katanya.
Penghargaan Politisi Idola Gen Z menjadi salah satu pengakuan terhadap kiprah Lia Istifhama dalam membangun komunikasi dengan generasi muda. Melalui pendekatan yang lebih terbuka dan partisipatif, Lia berharap semakin banyak anak muda terlibat dalam pembangunan serta berkontribusi melalui gagasan dan inovasi untuk kemajuan bangsa.
Cek Artikel & Berita Lainnya di Google News






