BerandaPemerintahDari Vanili hingga Arang Batok Kelapa, Bea Cukai Bantu UMKM Magelang Go...

Dari Vanili hingga Arang Batok Kelapa, Bea Cukai Bantu UMKM Magelang Go Global

Bea Cukai kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung realisasi ekspor melalui asistensi kepada PT Pondok Tani Migunani pada Rabu (19/08) dan petani batok kelapa Desa Bumirejo pada Kamis (27/08).

PT Pondok Tani Migunani adalah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di bidang perkebunan tanaman vanili dan beralamat di Kebonkliwon, Kebonrejo, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang.

- Advertisement -

Vanili menjadi salah satu komoditas potensial yang dikembangkan dari tanah Magelang. Berdasarkan informasi pada laman pondoktani.com, komunitas petani vanili Magelang tersebut mengembangkan ekosistem vanili dari hulu hingga hilir, mulai dari pembibitan, penanaman, penyerbukan manual, perawatan, hingga pengolahan. Produk yang dihasilkan tidak hanya berupa polong vanili utuh, tetapi juga bubuk, ekstrak murni, dan pasta vanili dengan perhatian pada konsistensi mutu.

M. Khoirul Soleh selaku founder PT Pondok Tani mengungkapkan pihaknya mencatat jejaring petani yang telah berkembang dengan tujuan ekspor ke lebih dari 10 negara. Hal ini menunjukkan bahwa vanili dari Magelang memiliki peluang untuk memberikan nilai tambah sekaligus membawa komoditas lokal menuju pasar global.

Sementara itu, Sugeng selaku Kepala Desa Bumirejo mengambil langkah inovatif dengan mendirikan tempat pembuatan arang batok kelapa secara modern agar produk yang dihasilkan dapat memenuhi standar ekspor. Batok kelapa yang selama ini dipandang sebagai limbah dari pengolahan kelapa ternyata mampu dimanfaatkan sebagai komoditas ekspor potensial setelah diolah menjadi arang batok kelapa. Ia berharap investasi senilai ratusan juta ini dapat memenuhi kuota lima kontainer per minggu untuk diekspor ke India dan mampu menyerap puluhan tenaga kerja dari warga sekitar.

Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, mengungkapkan bahwa kegiatan asistensi tersebut dilakukan sebagai upaya Bea Cukai untuk mengenal potensi usaha sekaligus memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM yang memiliki peluang untuk mengembangkan pasar hingga ke mancanegara.

“Kami mendorong pelaku UMKM yang memiliki potensi ekspor agar meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar internasional. Melalui program Klinik Ekspor, kami berharap UMKM dapat ekspor mandiri, sehingga berdampak positif pada pendapatan asli daerah (PAD) dari devisa yang dihasilkan,” pungkas Budi.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM