BerandaPemdaKampung Klasik IV Malang Bakal Masuk Agenda Wisata, Angkat Budaya dan Kreativitas...

Kampung Klasik IV Malang Bakal Masuk Agenda Wisata, Angkat Budaya dan Kreativitas Warga

Berbagai festival atau pergelaran yang diinisiasi masyarakat menjadi salah satu potensi wisata berbasis budaya yang terus didorong. Selain menghadirkan kreativitas, keunikan, dan kebudayaan lokal, keberadaan berbagai event itu dinilai mampu memperkaya daya tarik wisata sekaligus mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke Kota Malang.

Semar Tempo Doeloe di Arjosari dan Klampok Kasri Jaman Biyen (KJB) di Kelurahan Gadingkasri adalah beberapa contoh dari event yang telah terselenggara. Ada juga Kampung Klasik IV di RW XI Perumahan Villa Bukit Tidar, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, yang dibuka langsung oleh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Rabu (26/8/2026) malam.

- Advertisement -

Berbagai event tersebut diinisiasi masyarakat dengan mengangkat keunikan, sejarah, budaya, serta potensi yang ada di lingkungan masing-masing. Kreativitas warga menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan atraksi yang memiliki karakter berbeda di setiap kampung.

Usai membuka Kampung Klasik IV, Wali Kota Malang mengapresiasi antusiasme dan kreativitas masyarakat. Ia pun mendorong agar festival kampung yang memiliki potensi daya tarik wisata dapat masuk dalam agenda wisata Kota Malang.

Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya dapat memperkuat promosi pariwisata, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang lebih luas bagi masyarakat. “Malam ini Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) sudah mengetahui bagaimana penyelenggaraan festival ini. Jadi nanti akan diagendakan menjadi agenda wisata. Dengan demikian yang akan merasakan manfaatnya adalah warga Kota Malang,” jelas orang nomor satu di jajaran Pemkot Malang itu.

Lebih lanjut, Wahyu menilai event seperti ini memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri bagi wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara. Beragam sajian budaya yang ditampilkan, mulai makanan zaman dahulu (jadul), pakaian adat hingga pertunjukan seni tradisional, dinilai dapat menjadi pengalaman wisata yang berbeda.

Kepala Disporapar Kota Malang, Arif Tri Sastyawan pun mendukung dan mengapresiasi pergelaran ini. Ia mengaku tertarik dengan konsep Kampung Klasik dan melihat potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari agenda wisata Kota Malang.

Diungkapkannya, pihaknya akan menyusun dan menata agenda wisata agar Kampung Klasik IV ini dapat terintegrasi dalam promosi pariwisata Kota Malang. Dengan demikian, potensi lokal yang diangkat tidak hanya memperkuat sektor pariwisata, tetapi juga berkontribusi terhadap perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM