Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani menegaskan peran strategis Unit Pelaksana Teknis (UPT) BMKG sebagai ujung tombak pelayanan di daerah. Kedekatan UPT dengan masyarakat dan pemangku kepentingan menjadi modal penting untuk memastikan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan daerah.
Penegasan tersebut disampaikan dalam rangkaian kunjungan kerja dan audiensi Kepala BMKG ke tiga UPT BMKG di Provinsi Bengkulu, yakni Stasiun Klimatologi Kelas I Bengkulu, Stasiun Geofisika Kelas II Kepahiang, dan Stasiun Meteorologi Kelas II Fatmawati Soekarno Bengkulu. Kepala BMKG didampingi Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto serta Plt. Kepala Balai Besar MKG Wilayah II Ana Oktavia.
Dalam dialog bersama kepala UPT dan pegawai, Faisal mengapresiasi berbagai layanan yang telah dikembangkan. Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap informasi BMKG terus berkembang sehingga pelayanan tidak cukup hanya berorientasi pada tugas rutin, tetapi juga harus mampu menjangkau berbagai sektor pembangunan.
“Layanan kita semakin berkembang dan kebutuhan masyarakat juga semakin kompleks. Karena itu, kompetensi SDM harus terus meningkat dan inovasi yang dihasilkan harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan organisasi,” ungkap Faisal.
Karakteristik Provinsi Bengkulu membuat kebutuhan terhadap layanan BMKG semakin beragam. Wilayah ini menghadapi potensi gempa bumi dan tsunami di pesisir barat Sumatera, dinamika cuaca dan iklim yang berpengaruh terhadap pertanian dan sumber daya air, serta potensi panas bumi yang membutuhkan dukungan informasi geofisika.
Faisal menekankan bahwa UPT merupakan representasi BMKG di daerah yang memahami karakteristik wilayah dan membangun komunikasi aktif dengan berbagai pemangku kepentingan. Dengan kedekatan tersebut, UPT diharapkan mampu menerjemahkan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika menjadi layanan yang relevan bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Sejalan dengan hal tersebut, penguatan layanan UPT BMKG di Bengkulu diarahkan pada integrasi informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika. Pengembangan layanan berbasis digital, peningkatan akses terhadap informasi iklim, layanan mikrozonasi dan mikroseismik, kajian geofisika terkait potensi panas bumi, serta pemanfaatan dan pengelolaan data prakiraan cuaca menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat layanan BMKG.
Penguatan layanan juga harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas SDM. Kepala BMKG mendorong pegawai untuk terus meningkatkan pendidikan dan kompetensi agar tidak hanya menguasai aspek teknis, tetapi juga mampu menyampaikan informasi secara tepat dan mudah dipahami masyarakat.
Kapasitas tersebut menjadi penting mengingat cakupan pelayanan sejumlah UPT BMKG di Bengkulu tidak terbatas pada wilayah provinsi. Stasiun Geofisika Kelas II Kepahiang, misalnya, turut mendukung layanan geofisika untuk wilayah Bengkulu, Jambi, dan Sumatera Selatan. Pengembangan fasilitas operasional ke depan diarahkan dengan mempertimbangkan efektivitas pelayanan, cakupan pengamatan, serta keberlanjutan fungsi fasilitas yang telah tersedia.
Plt. Kepala Balai Besar MKG Wilayah II Ana Oktavia menambahkan bahwa berbagai inovasi yang lahir dari UPT perlu dibagikan dan dikembangkan bersama agar manfaatnya dapat diterapkan lebih luas. Balai Besar MKG Wilayah II secara berkala menjalankan forum sharing session sebagai ruang pertukaran inovasi dan pengalaman antarsatuan kerja.
“Inovasi itu bukan untuk diri kita sendiri atau hanya untuk lingkup yang kecil. Kalau bisa ditularkan dan mendapat masukan, tentu akan sangat baik,” imbuh Ana.
Melalui rangkaian kunjungan kerja dan audiensi tersebut, kolaborasi tiga UPT BMKG di Bengkulu diharapkan semakin memperkuat layanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang terintegrasi serta responsif terhadap karakteristik wilayah, sehingga dapat mendukung pengambilan keputusan di berbagai sektor pembangunan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






