BerandaPemdaL-OTA DIY Salurkan Bantuan Pendidikan Rp37,9 Juta untuk 135 Siswa di Kulon...

L-OTA DIY Salurkan Bantuan Pendidikan Rp37,9 Juta untuk 135 Siswa di Kulon Progo

Lembaga Orang Tua Asuh (L-OTA) DIY menyerahkan bantuan dana pendidikan bagi siswa anak asuh di Kabupaten Kulon Progo untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan pada Rabu (23/09), menyasar 135 siswa kurang mampu dari tingkat SD hingga SMA/SMK, dengan total alokasi dana sebesar Rp37.920.000,-.

Penyaluran ini merupakan bagian dari program bantuan L-OTA DIY secara menyeluruh, dan pada tahun ajaran ini menyalurkan total Rp163.920.000,- kepada 595 anak asuh di seluruh DIY. Khusus wilayah Kulon Progo, bantuan didistribusikan kepada 93 siswa SD/MI, 38 siswa SMP/MTs, serta 4 siswa SMA/SMK. Berdasarkan indeks bantuan disesuaikan dengan jenjang pendidikan, yakni Rp 240.000 per anak/tahun untuk SD/MI, Rp360.000,- per anak/tahun untuk SMP/MTs, dan Rp480.000,- per anak/tahun untuk SMA/SMK.

- Advertisement -

Alokasi bantuan di Kulon Progo tersebar di tiga kapanewon. Kapanewon Sentolo menerima alokasi bagi 24 siswa melalui dukungan PT Bank BPD DIY dan Kapanewon Kokap yang mendapatkan alokasi untuk 64 siswa dengan dukungan PT Sarihusada Generasi Mahardika (SGM). Sementara itu, Kapanewon Girimulyo menerima bantuan untuk 45 siswa yang disokong gabungan donatur, meliputi PT SGM, PT Pamella Supermarket, PT Manna Kampus, PT Madu Baru PG-PS Madukismo, serta Bimbingan Belajar Neutron.

Pada acara penyerahan bantuan secara sembolis yang di laksanakan di ruang Sermo, Kantor Pemerintah Kabupaten Kulon Progo tersebut, Pengelola Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Kementerian Agama (Kemenag) yang juga merupakan Pengurus L-OTA DIY, Fahrudin, menyampaikan bahwa dana bantuan dialokasikan untuk penanganan biaya personal siswa guna menunjang kebutuhan belajar. Pihaknya menekankan pentingnya pengawasan agar bantuan tepat sasaran dan berdampak langsung pada kelangsungan pendidikan anak.

“Meskipun nilainya relatif, bagi anak-anak bantuan ini sangat bermanfaat dan bermakna untuk membeli perlengkapan sekolah seperti buku. Jangan sampai ada anak-anak kita yang mandek atau gagal belajar hanya karena terkendala biaya,” ujar Fahrudin.

Dampak nyata bantuan ini dirasakan langsung oleh pihak sekolah yang siswanya merupakan penerima manfaat. Guru MTs Negeri 4 Kulon Progo, Asnah Alamin, menuturkan bahwa penyaluran bantuan anak asuh sangat meringankan beban ekonomi orang tua murid di sekolahnya.

“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi siswa kami yang membutuhkan. Orang tua sangat terbantu, terutama untuk mencukupi kebutuhan sekolah anak seperti perlengkapan belajar dan buku,” ungkap Asnah.

Komitmen sektor swasta dalam mendampingi dunia pendidikan disuarakan oleh para donatur, di antaranya PT Sarihusada Generasi Mahardhika (SGM) dan PT Madu Baru PG-PS Madukismo. Perwakilan PT SGM, Yulia Fikriatin, menjelaskan bahwa partisipasi perusahaan melalui L-OTA DIY merupakan bentuk Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) yang berfokus pada pengembangan kualitas sumber daya manusia agar generasi muda dapat mengenyam pendidikan yang layak serta terdorong untuk belajar lebih giat dalam meraih cita-citanya.

Dukungan senada disampaikan Kepala Bagian Hubungan Kelembagaan, SDM dan Umum PT Madu Baru PG-PS Madukismo, Robi Chaniago. Ia mengungkapkan bahwa kontribusi perusahaan pada sektor pendidikan berpedoman pada arahan Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam menyiapkan generasi penerus unggul di DIY menuju Generasi Emas.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM