BerandaPemerintahTingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, BMKG Adakan Sekolah Lapang Gempabumi di Magetan

Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, BMKG Adakan Sekolah Lapang Gempabumi di Magetan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Nganjuk menyelenggarakan Sekolah Lapang Gempabumi (SLG) di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi gempabumi melalui edukasi dan latihan simulasi yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, mengatakan bahwa Sekolah Lapang Gempabumi merupakan salah satu upaya BMKG untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memahami risiko gempabumi serta langkah-langkah mitigasi yang perlu dilakukan.

- Advertisement -

“Gempabumi merupakan salah satu potensi bencana yang perlu diwaspadai, termasuk di Kabupaten Magetan. Masyarakat memang tidak dapat menghindari terjadinya gempabumi, tetapi risiko dan dampaknya dapat dikurangi melalui kesiapsiagaan dan upaya mitigasi yang tepat,” ujar Teguh Rahayu saat membuka kegiatan di Ruang Pertemuan Harmadha Joglo, Kabupaten Magetan.

Menurut Teguh Rahayu, peningkatan pemahaman mengenai gempabumi menjadi bagian penting dalam membangun budaya sadar bencana. Melalui Sekolah Lapang Gempabumi, peserta diharapkan mampu memahami informasi yang dikeluarkan BMKG sekaligus mengetahui tindakan yang tepat sebelum, saat, dan setelah terjadi gempabumi.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 55 peserta dengan dukungan anggaran APBN DIPA Stasiun Geofisika Kelas III Nganjuk Tahun Anggaran 2026. Peserta berasal dari berbagai unsur, antara lain Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Kesehatan, satuan pendidikan, fasilitas kesehatan, media massa, relawan kebencanaan, serta perwakilan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai potensi sumber gempabumi, peta guncangan (shakemap), informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami BMKG, serta langkah-langkah kesiapsiagaan menghadapi gempabumi. Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti sesi Table Top Exercise (TTX) yang dirancang untuk melatih koordinasi dan pengambilan keputusan dalam situasi darurat.

Sebagai bagian dari pembelajaran, seluruh peserta dan tamu undangan mengikuti simulasi gempabumi kuat. Simulasi dilakukan mulai dari tindakan saat guncangan terjadi di dalam ruangan, proses evakuasi mengikuti jalur yang telah ditentukan, hingga berkumpul di titik aman.

“Pengetahuan mengenai tindakan yang harus dilakukan sebelum, saat, maupun setelah gempabumi menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan. Pengetahuan tersebut juga diharapkan dapat diteruskan oleh peserta kepada masyarakat di lingkungan masing-masing,” kata Teguh Rahayu.

Sementara itu, Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro menyambut baik penyelenggaraan Sekolah Lapang Gempabumi yang dinilai dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.

“Tujuannya untuk menyiapkan masyarakat kita ini tangguh menghadapi bencana. Untuk menuju ke sana, masyarakat harus mengerti bagaimana caranya menyiapkan diri menghadapi gempa,” ujarnya.

Menurut Suyatni, edukasi yang diberikan BMKG menjadi bekal penting bagi masyarakat untuk memahami tindakan yang tepat saat terjadi gempabumi dan menghadapi kondisi darurat secara lebih terarah.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Gerindra Supriyanto mendorong penguatan mitigasi bencana melalui pemanfaatan teknologi dan informasi yang disediakan BMKG. Ia berharap kegiatan Sekolah Lapang Gempabumi dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dan aparatur daerah dalam memanfaatkan informasi BMKG untuk mendukung upaya penyelamatan diri dan pengurangan risiko bencana.

Melalui Sekolah Lapang Gempabumi, BMKG terus mendorong peningkatan literasi kebencanaan dan kesiapsiagaan masyarakat. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai potensi gempabumi serta langkah yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah kejadian, masyarakat diharapkan mampu mengurangi risiko dan dampak bencana secara lebih efektif.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM