Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, meraih penghargaan kategori TOP GPR Award 2026 – Special Achievement for Government Institution Figure dari GPR Institute. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen dalam mendorong penguatan komunikasi publik pemerintah yang berkualitas, adaptif, dan berbasis teknologi.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam ajang Awarding Ceremony 6th TOP GPR Award 2026 di Manhattan Hotel Jakarta, Selasa (13/10/26). Penghargaan diterima oleh Kepala Biro Umum, Humas, dan Pengadaan Barang/Jasa, Manifes Zubayr, yang mewakili Mendiktisaintek.
Dalam keterangannya, Manifes Zubayr menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merepresentasikan komitmen Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dalam membangun ekosistem komunikasi publik pemerintah yang profesional dan didukung pemanfaatan teknologi mutakhir.
“Penghargaan ini merupakan representasi komitmen kami dalam mewujudkan ekosistem komunikasi publik pemerintah yang berkelas, bermutu, dan berbasis teknologi yang mutakhir,” ujar Manifes.
Ia menegaskan, transformasi komunikasi publik menjadi kebutuhan mendesak di tengah pesatnya perkembangan teknologi, khususnya kehadiran Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Perkembangan tersebut menuntut peran government public relations (GPR) untuk semakin strategis dalam menyampaikan informasi kebijakan pemerintah kepada masyarakat.
“Transformasi komunikasi publik saat ini adalah sebuah urgensi mutlak. Kehadiran Artificial Intelligence menuntut peran government public relations untuk membangun komunikasi publik yang efektif, terpercaya, adaptif, serta beretika,” jelasnya.
Menurut Manifes, pemanfaatan teknologi dalam komunikasi publik harus diimbangi dengan tanggung jawab, akurasi, dan etika. Teknologi bukan sekadar alat untuk mempercepat penyebaran informasi, melainkan juga sarana untuk meningkatkan kualitas komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya penyampaian informasi kebijakan yang mudah dipahami tanpa mengesampingkan ketepatan substansi dan landasan akademis.
“Publik berhak menerima informasi kebijakan pemerintah yang disampaikan secara singkat, padat, dan jelas, namun senantiasa berlandaskan presisi akademis yang rasional dan dapat dipertanggungjawabkan,” ungkapnya.
Prinsip tersebut menjadi penting bagi Kemdiktisaintek dalam mengomunikasikan berbagai kebijakan di bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi. Informasi yang akurat, jelas, dan mudah diakses diharapkan dapat membantu masyarakat memahami arah kebijakan pemerintah sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi.
Penghargaan TOP GPR Award 2026 ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas komunikasi publik melalui inovasi digital, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta penerapan tata kelola informasi yang transparan dan akuntabel.
Ke depan, transformasi komunikasi publik pemerintah perlu terus dikembangkan dengan memadukan kecanggihan teknologi, integritas, dan tanggung jawab dalam penyampaian informasi. Dengan demikian, komunikasi publik tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyebaran kebijakan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam membangun kepercayaan dan mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan nasional.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






