BerandaPemerintahPemerintah Pangkas Hambatan Perizinan Demi Genjot Investasi Swasta

Pemerintah Pangkas Hambatan Perizinan Demi Genjot Investasi Swasta

Pemerintah terus memperkuat berbagai sumber pertumbuhan ekonomi nasional guna menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika dan ketidakpastian global. Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi berbagai instrumen kebijakan, sekaligus mendorong peningkatan peran sektor swasta dalam investasi dan kegiatan usaha sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi.

Dalam pertemuan dengan sejumlah media di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Rabu (7/10),  Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo menegaskan pentingnya memperkuat peran sektor swasta di samping peran Pemerintah melalui kebijakan fiskal dan berbagai instrumen lainnya. Penguatan peran swasta dilakukan dengan mengurangi berbagai hambatan yang masih dihadapi dunia usaha, baik dalam investasi maupun operasional. Hambatan tersebut mencakup aspek perizinan, ketidaksinkronan kebijakan, maupun koordinasi lintas kementerian/lembaga dan Pemerintah Daerah.

- Advertisement -

“Nah, swasta ini banyak terhalang oleh berbagai bottlenecks, berbagai hambatan. Nah, hambatan-hambatan itu sudah kita identifikasi. Nah, juga saya sekarang membantu Pak Menko Airlangga untuk supaya hambatan-hambatan bagi swasta, baik untuk investasi, baik untuk operasi mereka, itu bisa kita kurangi. Entah itu hambatan perizinan, entah itu hambatan ketidaksinkronan kebijakan, dan sebagainya. Ini yang kita identifikasi. Kemudian sektor-sektornya juga sudah kita identifikasikan,” tutur Wamenko Dradjad.

Selain mendorong investasi dan aktivitas dunia usaha, Pemerintah juga mengidentifikasi sejumlah sektor yang berpotensi menjadi sumber pertumbuhan baru, di antaranya pariwisata dan industri pengolahan. Upaya tersebut akan dilakukan melalui pemanfaatan berbagai instrumen, mulai dari stimulus, standardisasi, hingga statistik, untuk memperkuat basis pengambilan kebijakan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Wamenko Dradjad juga menekankan bahwa penguatan pertumbuhan ekonomi perlu berjalan secara inklusif dengan memberikan perhatian lebih besar kepada masyarakat pada desil rendah dan menengah. Pemberdayaan masyarakat tidak hanya dilakukan melalui akses pembiayaan, tetapi juga diperkuat dengan pendampingan, pemberdayaan, dan pengembangan usaha berbasis kelompok.

“Salah satu tugas saya itu mendorong ekonomi rakyat di desil-desil rendah dan menengah. Jadi, masyarakat yang kurang beruntung, itu kita dorong bukan hanya dengan kredit murah saja, tapi kita tambah dengan pemberdayaan dan juga kita tambah dengan usaha kelompok,” ungkap Wamenko Dradjad.

Salah satu upaya yang akan diperluas yakni akses pembiayaan bagi masyarakat, termasuk melalui program Kredit Perempuan Prasejahtera (KPPS). Pemerintah juga akan memperkuat pendampingan agar pembiayaan yang diterima masyarakat dapat berkembang menjadi kegiatan usaha produktif dan menciptakan sumber penghasilan yang berkelanjutan. Potensi pemberdayaan ekonomi pada kelompok masyarakat ini sangat besar karena mencakup puluhan juta masyarakat yang dapat didorong untuk meningkatkan produktivitas dan kapasitas ekonominya.

Lebih lanjut, dalam menjalankan tugas sebagai Wamenko Perekonomian, Wamenko Dradjad akan membantu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam mengawal berbagai agenda untuk mencapai target-target Asta Cita. Pembagian tugas tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi Kemenko Perekonomian dalam mengawal berbagai agenda ekonomi nasional.

Selain aspek teknokratis, Wamenko Dradjad juga akan membantu menyelesaikan berbagai hambatan yang membutuhkan komunikasi dan koordinasi lintas pemangku kepentingan. Berbagai kendala, seperti perbedaan pandangan antarkementerian/lembaga maupun dengan Pemerintah Daerah, akan diidentifikasi dan dikoordinasikan penyelesaiannya.

“Kemenko Perekonomian itu selain yang sifatnya teknokratis, itu memang banyak hal-hal ekonomi yang sifatnya adalah terkait dengan politis. Nah, ini juga saya akan membantu Pak Menko untuk menyelesaikan hambatan-hambatan yang sifatnya politis,” jelas Wamenko Dradjad.

Dengan sinergi antara kebijakan Pemerintah, penguatan peran swasta, dan pemberdayaan masyarakat, Kemenko Perekonomian terus mendorong terciptanya sumber-sumber pertumbuhan baru sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.

Turut mendampingi Wamenko Perekonomian dalam kesempatan tersebut yaitu Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Haryo Limanseto.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM