BerandaPemdaTasyukuran Hari Tani Nasional Ke-66, Ning Ita Tegaskan Komitmen Jaga Ketahanan Pangan...

Tasyukuran Hari Tani Nasional Ke-66, Ning Ita Tegaskan Komitmen Jaga Ketahanan Pangan Daerah

Pemerintah Kota Mojokerto menggelar Tasyakuran Hari Tani Nasional ke-66 sekaligus Sosialisasi Petunjuk Teknis (Juknis) Pupuk Bersubsidi, Selasa (6/10/26). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi pemerintah bersama petani dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kota Mojokerto.

Bertempat di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), kegiatan berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Wali Kota, Wakil Walikota beserta Jajaran Forkopimda, Kepala Bulog, perwakilan PTPN bersama kelompok tani tampak membaur dalam suasana santai dan penuh keakraban.

- Advertisement -

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan apresiasi kepada para petani yang selama ini menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Menurutnya, berbagai bahan pangan yang dinikmati masyarakat setiap hari tidak terlepas dari kerja keras para petani.

“Saya mengucapkan terima kasih. Kita semua yang ada di sini bisa setiap hari menikmati hasil panen panjenengan tanpa kekurangan. Ada beras, jagung, kedelai, itu semua adalah jasa para petani,” tutur Wali Kota Mojokerto.

Wali Kota Mojokerto menegaskan, ketahanan pangan tidak dapat diwujudkan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, Forkopimda, petani, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap tersedia, terjangkau, dan dapat terdistribusi dengan baik.

“Tugas kami memastikan apakah pangan yang dibutuhkan oleh masyarakat Kota Mojokerto tersedia dengan cukup jumlahnya, harganya mampu dibeli, dan bisa terdistribusikan dengan lancar. Maka kami tentu harus berkomunikasi dan berdialog dengan panjenengan,” kata Wali Kota Mojokerto.

Menurut Wali Kota Mojokerto, dialog bersama para petani menjadi penting untuk mengetahui sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan. Salah satunya berkaitan dengan keterbatasan lahan pertanian di tengah kebutuhan pembangunan kota.

Dalam konteks tersebut, Pemkot Mojokerto terus berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembangunan dan keberlangsungan sektor pertanian, termasuk melalui kebijakan terkait Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang saat ini dilakukan relaksasi menjadi sekitar 38 hektar.

Momentum Hari Tani Nasional juga menjadi pengingat bahwa keberadaan petani memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan. Karena itu, pemerintah berkomitmen untuk terus membuka ruang komunikasi dan memperkuat dukungan bagi sektor pertanian sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di daerah.

Bukan hanya untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi, tetapi juga agar kesejahteraan petani terus menjadi bagian penting dari pembangunan daerah.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM