Rabu, Januari 28, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

ESDM Targetkan Bangun 25 Sistem jaringan Tenaga Listrik Pintar

SuaraPemerintah.id – Kementerian ESDM menargetkan akan membangun 25 sistem jaringan tenaga listrik pintar atau smart grid di kawasan Jawa dan Bali.

Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Munir Ahmad menyebutkan smart grid akan dibangun dengan target hingga 2024 mendatang.

- Advertisement -
Ia menambahkan target ini sebenarnya sudah mulai dikejar sejak tahun lalu.

“Targetnya, setiap tahun pada periode 2020 sampai 2024, di-instal lima sistem (smart grid) baru di Jawa-Bali, sehingga dalam lima tahun ke depan, dibangun 25 sistem smart grid baru,” kata Munir, Rabu (10/2).

Munir menjelaskan sistem smart grid ini memungkinkan pengaturan kelistrikan secara efisien dan beragam, termasuk untuk energi baru terbarukan (EBT). Sistem ini akan memberikan peningkatan layanan kelistrikan kepada masyarakat.

- Advertisement -

Smart grid merupakan sistem jaringan tenaga listrik yang dilengkapi dengan teknologi informasi dan teknologi komunikasi canggih yang dapat memungkinkan sistem pengaturan tenaga listrik secara efisien.

Termasuk, menyediakan keandalan pasokan tenaga listrik yang tinggi, pemanfaatan sumber energi terbarukan, dan memungkinkan partisipasi pelanggan dalam penyediaan tenaga listrik.

Menurut Munir, teknologi smart grid merupakan salah satu strategi yang diupayakan oleh pemerintah dalam penyediaan listrik nasional sehingga seluruh masyarakat Indonesia mendapatkan listrik dalam jumlah yang cukup, dengan kualitas yang baik, dan dengan harga yang terjangkau.

“Pemanfaatan teknologi smart grid tidak terbatas pada konsumen listrik perkotaan dan skala besar, teknologi ini juga dapat dimanfaatkan pada skala kecil di pedesaan dan daerah terpencil dengan akses yang sulit ke jaringan transmisi,” ujarnya.

Koordinator Kerja Sama Ketenagalistrikan Senda H Kanam mengatakan konsep smart grid ini mengikuti tren industri 4.0 yang konsumennya juga berperan sebagai produsen, dapat memproduksi, menyimpan, dan menjual listrik kepada penyedia atau sesama konsumen listrik.

“Jadi, konsumen semakin cerdas untuk memanfaatkan listrik dan didukung peralatan cerdas,” terang Senda.

Smart grid merupakan konsep jaringan tenaga listrik cerdas untuk pemenuhan kebutuhan energi listrik dengan memanfaatkan teknologi informasi dan teknologi komunikasi dua arah antara produsen listrik dan konsumen dengan tujuan agar efisien, andal, pemanfaatan energi EBT yang lebih baik, dan penurunan emisi CO2.

“Tantangan untuk implementasi smart grid di Indonesia adalah biaya investasi yang besar, organisasi sistem pelaksanaan mengenai komitmen organisasi, selain itu peraturan untuk standardisasi dan teknologi yang menuntut pengaplikasian yang berbeda,” jelasnya.

Executive Vice President (EVP) Perencanaan Koorporat PT PLN (Persero) Hot Martua Baraka mengatakan PLN telah melakukan beberapa proyek percontohan smart grid.

Saat ini, beberapa proyek smart grid sedang berjalan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dan telah ditetapkan sebagai salah satu proyek strategis nasional (PSN) sesuai Perpres No 18 Tahun 2020.

“Pada tahap awal, implementasi smart grid berfokus kepada keandalan, efisiensi, customer experience dan produktivitas grid. Sedangkan tahap berikutnya PLN berfokus kepada ketahanan (resiliency), customer engagementsustainability, dan self-healing,” tandas Hot Martua.

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru