SuaraPemerintah.ID –Â Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius Fakhiri mengatakan, bahwa jajarannya akan mengedukasi bagi masyarakat enggan untuk divaksin, khususnya masyarakat Papua lewat anaknya seorang pelajar dan sudah dapat diberi vaksin.
Dia mengungkapkan, berdasarkan laporan diterima, saat ini target vaksinasi sangatlah rendah, apa lagi di wilayah asli orang Papua, maka dari itu diharapkan bagi para pelajar sudah divaksin harap mengedukasikan kepada orang disekelilingnya.
Mengenai hal itu, kini TNI-Polri bersinergi dengan dinas kesehatan dalam menggencarkan program vaksinasi di sekolah.
“Mudah-mudahan edukasi yang dilakukan para pelajar di rumah masing-masing dapat menggugah orang tua dan keluarga mereka untuk segera divaksin COVID-19, ” kata Fakhiri kepada Antara.
Dalam hal ini, dia mengakui, rendahnya antusiasme warga asli Papua dalam mengikuti vaksinasi akibat banyaknya berita hoaks yang mengintai di lingkungan masyarakat, sehingga membuat mereka takut.
Maka dari itu, aktifnya TNI-Polri dapat memberikan edukasi, maka cakupannya menjadi bertambah, ditambah sebentar lagi Papua akan menjadi tuan rumah pelaksanaan PON XX dan Peparnas.
Tambah Fakhiri, mengenai PON XX, dia menargetkan program vaksinasi covid-19 mencapai 70 persen dari target.
Sebentar lagi HUT Ke-76 RI, katanya, dilakukan gebyar vaksin Merah-Putih, sehingga jumlah penerima semakin meningkat hingga 70-80 persen. Data mengenai vaksinasi COVID-19 yang dilaksanakan di empat kota akan menjadi klaster PON XX hingga Kamis (5/8), Kota Jayapura dari target 231.863 orang tercatat baru baru 49.761 orang atau 21 persen yang divaksin dosis pertama dan kedua.
Kabupaten Jayapura, dari target 87.226 orang yang divaksin dosis pertama dan dua sebanyak 15.224 orang atau 17,5 persen, Kabupaten Mimika dari target 172.185 orang yang divaksin dosis pertama dan dua sebanyak 29.910 orang atau 17,4 persen dan Kabupaten Merauke dari target 124.856 orang, baru 27.812 orang yang divaksin dosis pertama dan kedua atau 22,3 persen.


.webp)













